oleh

Aliansi mahasiswa singkohor ( Aceh Singkil) menuntut Camat singkohor bijak dan tegas dalam mengawasi penggunaan dana desa di kecamatan Singkohor

Aceh Singkil, Teropong Aliansi mahasiswa singkohor yang tergabung dalam (AMAS) Menilai Akhir akhir ini penggunaan dana desa kerap kali tidak tepat sasaran dan bahkan menjadi bulan-bulanan Masyarakat. Pasalnya penggunaan dana desa belum efektif  dan efesien sampai saat ini, ungkap Hendri selaku ketua umum AMAS, Senin (27/07/2020)

Lanjutnya lagi, masyarakat sangat menyayangkan keterlibatan Pemimpin kecamatan untuk mengawasi dan mengevaluasi kinerja para pemerintah desa dalam hal penggunaan anggaran dana desa.
Kami dari Aliansi Mahasiswa Singkohor (AMAS) meminta bapak Bupati Aceh Singkil untuk mencopot Camat Singkohor, Kabupaten Aceh singkil. Karena Camat telah gagal membina Dana Desa di Kecamatan Singkohor.

Demi kemajuan daerah dan masyarakat bisa memanfaatkan dana desa dengan baik. Sekali lagi kami minta bupati aceh Singkil untuk mencopot camat Singkohor, karena terkesan dibawah kepemimpinnya, desa-desa yang ada di Singkohor menjadi amburadul dan yang lebih parah lagi  masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada pimpinannya.

Menurut Permendesa PDTT No 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020. Camat Singkohor telahgagal membina pengelolaan dana desa sehingga banyak banyak oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan dan pengelolaan dana desa di Kecamatan Singkohor sehingga Masyarakat menjadi korban yang seharusnya di peruntukkan untuk  Membantu perekonomian Masyarakat,pemuda – pemudi pengangguran yang seharusnya dapat terbantu dengan adanya dana desa, namun sangat disayangkan akibat kelalaian dan kegagalan camat Singkohor ini, dana desa menjadi tidak tepat sasaran karena ada indikasi maraknya pungutan-pungutan liar dana desa oleh oknum – oknum di kecamatan dan di desa  yang tidak bertanggung jawab. Ungkapnya

Juga terkait Musyawarah Dusun (MUSDUS) dan Musyawarah Desa (MUSDES) dalam hal ini tidak secara terbuka untuk Masyarakat, hanya beberapa saja yang ikut andil tidak secara merata sebatas formalitas saja. sehingga ketika masyarakat mengakan program dan perubahan program yang diinginkan tidak tertampung oleh pemangku kebijakan di desa karena terkesan ada program titipan dengan mengatasnamakan pihak dari kabupaten. Dan terlihat seperti ada indikasi permainan oknum kecamatan Dan kepala desa sehingga Dana desa yang seharusnya membuat pemberdayaan masyarakat malah jauh api dari panggang. Ujarnya

Maka dari itu, kami dari AMAS meminta kepada bapak Bupati Aceh Singkil segera mungkin memanggil camat Singkohor untuk di bina jika memang tidak bisa di bina lebih baik di binasakan atau di copot demi kesejahteraan masyarakat di kecamatan Singkohor. tutupnya Hendri Selaku ketua Umum AMAS. AD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.