oleh

Belajar Tatap Muka Di Madrasah 13 Juli, Aceh Utara Menunggu Status Zona

Aceh Utara, Teropong Barat– Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Utara akan kembali menerapkan belajar mengajar dengan tatap muka di Madrasah setelah berakhirnya masa belajar dari rumah pada 20 Juni 2020 atau pada proses pembelajaran tahun ajaran baru 2020/2021.

Rencananya kegiatan belajar mengajar tahun pelajaran 2020/2021 akan dimulai 13 Juli 2020 sesuai kalender pendidikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kankemenag Aceh Utara H. Salamina MA melalui Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Drs H. Hamdani A Jalil, MA pada saat rapat Pembinaan BPP dan Evaluasi kerja Masa Darurat Covid-19 dengan perwakilan Kepala dan Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Rabu (17/6) di Balai Al-Ikhlas Kankemenenag Aceh Utara.

Kasi Penmad mengingatkan, pembelajaran tatap muka di masa new normal harus memperhatikan faktor kesehatan dan keselamatan siswa maupun guru Madrasah.

“Seperti mempersiapkan sabun cuci tangan, sarana kran air mengalir untuk cuci tangan, hand sanitizer serta fasilitas masker bagi siswa-siswi dan guru,” kata H. Hamdani mengutip arahan plt Kepala Kanwil Kemenag Aceh Drs H Djulaidi M.Ag saat rapat koordinasi terkait rencana pembelajaran tatap muka di masa new normal untuk seluruh Madrasah di Aceh bersama seluruh Kasi Pendidikan Islam dan Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag kabupaten/kota se-Aceh yang dipandu oleh Plt Kabid Penmad H.Zulkifli, S.Ag. M.Pd, Selasa, 16 Juni 2020 kemarin.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh H. Saifuddin, SE saat rapat virtual itu berlangsung, “Di masa New Normal seluruh Madrasah di Aceh kita rencanakan untuk melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara tatap muka di kelas dgn sistem shift serta tetap berpedoman pada Protokol Kesehatan, seperti menerapkan social distancing dan physical distancing”.

Lebih lanjut Kasi Penmad mengharapkan dan mohon doa dari seluruh warga Madrasah agar Kabupaten Aceh Utara berubah statusnya dari Zona Merah menjadi Zona Hijau. Ia menjelaskan, apabila Kabupaten Aceh Utara masih status zona merah, pihaknya akan meminta izin kepada Pemerintah Aceh Utara dan pihak Gugus Tugas Covid-19 tentang hal tersebut.

“Karena yang saya tahu saat ini Kabupaten Aceh Utara masih dalam zona merah, kita akan ajukan permohonan izin kepada pemerintah Aceh Utara dan Gugus Tugas Covid-19. Tatap muka harus melalui persetujuan pemerintah,” jelasnya

H. Hamdani menambahkan, situasi yang terjadi selama pandemi membuat aktifitas di Madrasah diliburkan cukup lama tentunya, dan hal ini memberi pengaruh secara psikologis pada anak. Bahkan, bisa jadi membuat si anak mengalami penurunan prestasi dan semangat belajar. Oleh sebab itu, maka pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka secara langsung pada masa new normal (tatanan kehidupan baru) bisa menjadi upaya dalam meningkatkan kembali minat belajarnya.

“Pada dasarnya, kami sepakat KBM tatap muka ini, karena secara psikis dapat membantu meningkatkan lagi motivasi belajar anak, termasuk juga di Aceh Utara. Namun tentu, kita kembalikan kepada Pemerintah Aceh Utara dan Gugus Tugas Covid-19 melalui rekomendasi, apakah sudah benar-benar bisa dilaksanakan atau belum KBM tatap muka langsung ini,” tambahnya. (SI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.