oleh

Bupati Arifin, Berbagi Cara Membuat Masker Kain Kepada Para Santri Ponpes Darussallam

Trenggalek,Teropong Barat-   Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berbagi pengalaman cara membuat masker kain dengan para santri di Pondok Pesantren Darussallam, Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan. Hal ini dilakukannya saat menyalurkan bantuan sosial dari BAZNAS Trenggalek untuk para santri yang tetap menetap di dalam Pondok. Menurut pemimpin muda ini memakai masker itu harus, sebagai upaya kita melindungi sesama utamanya para kyai.

Ditambahkan juga olehnya, “masker juga tidak harus beli mahal-mahal, bisa kita buat sendiri tidak perlu menjahit. Cukup berbekal gunting dan sarung,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Ipin tersebut, Kamis (4/6/2020).

Selain menyalurkan bantuan untuk para santri yang tetap menetap di dalam podok tadi kita juga berdiskusi mengenai masalah, bagaimana pesantren new normal.

Sampai tadi saya gambarkan, ayo kita jaga Kyai. Jangan sampai niatnya menuntut ilmu namun membahayakan Kyai. Salah satunya saat pembelajaran harus menggunakan masker.

Tadi juga kita demokan bagaimana cara membuat masker dengan sarung. Hal semacam itu mudah dan bisa dilakukan untuk menjaga semua kyai.

Saya juga usul new normal di pesantren itu mudah dan bisa dilakukan oleh semua santri namun saya harap dilakukan bertahap. Tahap pertama santri lokal yang ada di dalam Trenggalek, karena di Trenggalek masih belum ada penularan atau transmisi lokal.

Santri dari luar kota yang kotanya tidak PSBB, silahkan nanti masuk, namun nanti kamarnya disendirikan. Sedangkan santri dari luar kota yang kotanya PSBB, wajib kita berlakukan rapid test di checkpoint, terang pria ini.

Afifudin, salah satu pengasuh di Pondok Pesanten Darussallam, menyambut baik upaya Pemkab Trenggalek yang tengah menyiapkan tatanan new normal di tengah pandemi, khususnya untuk pondok pesantren.

Menurutnya tatanan ini sangat dibutuhkan sebagai upaya untuk melindungi para kyai sekaligus mencegah penyebaran covid di dalam pondok.

Gus Afif juga menghimbau kepada para santrinya yang datang dari luar Trenggalek untuk mematuhi Protokol kesehatan yang ada.”Kami harapkan kalau datang membawa hasil rapid test. Biar keamanan di pondok lebih terjaga,” tandasnya.  (SIGIT KRESNANTO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.