oleh

Cerita Dibalik Keindahan Air Terjun Toroan Kabupaten Sampang Madura

Sampang, TeropongBarat. Com-Berbicara soal pariwisata di Indonesia memang beragam dan sangat banyak. Hampir setiap daerah mempunyai pesonanya masing-masing. Menariknya lagi, kawasan ini selalu hadir dengan misteri dan mitos yang seakan tidak boleh terpisahkan. Seperti itu pula objek wisata Air Terjun Toroan yang ada di Desa Ketapang Daya, talabeng,kec.ketapang.kab.sampang Jawa Timur.

 

Air Terjun ini tidak hanya cantik, tapi juga unik. Tidak banyak air terjun yang langsung menuju laut seperti ini. Di Indonesia sendiri air terjun yang punya keunikan sama dengan objek wisata ini ada di Sumatera Utara yaitu Air Terjun Mursala.

 

Harga Tiket Masuk Air Terjun Toroan

Untuk menikmati indahnya objek wisata ini, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Namun, pengunjung dikenakan biaya parkir untuk kendaraan bermotor.

 

Harga Tiket Masuk Air Terjun Toroan

Tiket masuk Gratis

Tarif parkir

Motor Rp 5.000

Mobil Rp 10.000

Keindahan & Legenda Air Terjun

Air Terjun Toroan berada di tepi Pantai Nepa, inilah mengapa alirannya langsung menuju laut. Dan di Madura, hanya air terjun inilah yang berlokasi di tepi pantai. Air terjun yang memiliki ketinggian 20 meter ini sangatlah mempesona.

 

Dinding tebing air terjun berwarna kuning keemasan, berpadu dengan jernihnya air terjun. Air terjun akan semakin indah terlihat saat sedang pasang. Ditambah lagi, deburan ombak yang beradu dengan suara air terjun, begitu riuh bersahutan.

 

Saat surut, pengunjung dapat melihat bebatuan karang di bawah air terjun. Air terjun pun tidak pernah kering meskipun sedang musim kemarau. Batuan karang ini dapat menjadi pijakan bagi pengunjung untuk lebih dekat dengan air terjun.

 

Legenda Air Terjun Toroan

Warga sekitar mengeramatkan Air Terjun Toroan ini. Hal ini dikarenakan legenda yang berkembang di masyarakat mengenai terbentuknya air terjun. Legenda ini menceritakan tentang sepasang suami istri bernama Siti Fatimah dan Sayyid Abdurrahman atau Birenggono.

 

Pada mulanya, pasangan ini merupakan pasangan yang hidup bahagia dan rukun. Namun suatu ketika, muncul percecokan antara suami istri ini. Dimana sang suami mencurigai istrinya berselingkuh, begitu juga sang istri yang mencurigai suaminya berselingkuh.

 

Siti Fatimah bersumpah, jika ia bersalah maka kuburannya akan hanyut dibawa sungai. Sementara Birenggono bersumpah jika ia meninggal dan tidak bersalah, maka kuburannya mudah digali. Dan benar adanya, kedua suami istri ini ketika meninggal, terbukti tidak bersalah.

 

Makam Keramat di Air Terjun Toroan

Dikeramatkannya air terjun ini tidak lepas dari lokasi makam Siti Fatimah. Dimana lokasinya berada di tengah air terjun dan membelah air terjun menjadi dua aliran.

 

Nama Toroan diambil dari kata “toron” yang berarti “turun”. Dan makam Siti Fatimah dinamakan masyarakat dengan “Asta Bujuk Penyppen”. Sementara makam Birenggono diberi nama Asta Kam Tenggi yang artinya makam di tempat yang tinggi.

 

Untuk menikmati objek wisata ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Namun, meskipun airnya tenang, pengunjung tidak diperkenankan untuk berenang di dekat air terjun. Hal ini disebabkan palung yang ada di dekat air terjun.

 

Karena pernah ada satu kejadian pengunjung terperosok ke kolam air terjun dan masuk ke palung. Begitu juga pengunjung yang berfoto berhati“ hati agar tidak terperosok ke dalam palung. Pengunjung tidak diperkenankan mandi di air terjun karena tidak ada kamar bilas di sini.

{LP Rohman/Basit}

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.