oleh

Dampak Covid 19: Harga Cabe di Bener Meriah Belum Juga Stabil

BENER MERIAH, TEROPONG BARAT | Hermawansyah Pemuda kampung Cemparam Lama, Mesidah. Mengatakan Bahwa Mata pencaharian masyarakat Kabupaten Bener Meriah sebagian besar merupakan petani, petani disini dapat diklasifikasikan dalam beberapa bentuk diantaranya: Kopi sebagai komoditas pertama dan unggulan dan kedua dalam bentuk tanaman palawija. Saat ini keadan tanaman kopi juga diterpa, beberapa waktu yang lalu ikut anjlok harga pasar jualnya dan sekaligus kopi saat ini tidak dalam posisi panen, bahkan yang lebih sadisnya lagi setiap batang pokok kopi tidak dapat dijumpai lagi sedikitpun buah merahnya, kan ngeriii.

Lanjutnya, Biasanya dalam keadaan kopi belum panen, masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani dapat berubah profesi ke tanaman lain seperti: Cabai Rawit dan Cabai Besar yang paling banyak ditemui disaat keadaan seperti ini. Bukanya tanaman tersebut saat ini tidak ditanaman masyarakat, bahkan detik ini dapat kita jumpai setiap perkebunan masyarakat di tanami kedua komoditas cabai tersebut. Keadan hari ini, jauh sebenarnya lebih genting daripada biasanya, yaitu harga jual di pasar kedua komoditas cabai tersebut sangat begitu anjlok dan memperihatinkan ditingkat petani.

Saat ini yang diharapkan oleh para petani, hadirnya kebijakan pemerintah untuk menanggulangi permasalahan yang berimbas terhadap ekonomi. Kestabilan harga pokok jual palawija ditingkat petani harus benar-benar diperhatikan, agar masyarakat bisa terlepas dari permasalahan yang menerpanya pada saat-saat sulit hari ini. Ingat jika Kopi hari ini tidak bisa diandalkan, maka sebagai gantinya harus benar-benar diperhatikan yaitu stabilnya harga-harga jual palawija terkhusus cabai sebagai komoditas kedua penopang ekonomi masyarakat kabupaten ini. Ujarnya

Sebagai akhir dari ulasan, masyarakat mengharapkan hadirnya Pemerintah dalam hal ini Dinas Terkait untuk terbukanya informasi dan siap menerima gagasan-gagasan dari para akademisi, agar masalah yang menerpa saat ini tidak terus berkepanjangan, alangkah baiknya berikan perhatian lebih, akhir kata sebagai generasi daerah saya sangat perihatin terhadap harga jual palawija dari tahun-ketahun apakah hanya seperti ini-ini saja. Tutupnya Hermawansyah Pemuda kampung Cemparam Lama. (FR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.