oleh

*Diketemukan Nisan Makam Tua 1889, di Lokasi Kawasan Wisata Religi Banten”*

Banten-TeropongBarat.com-Ini adalah sebuah batu nisan Makam Tua yang ditemukan 5 tahun lalu di lingkungan Banten Lama arah selatan dari Benteng Keraton Surosowan, di sebelah timur arah Pengindelan Emas, cukup dekat dengan jalan utama dari Keraton Kaibon ke arah Benteng Keraton Surosowan, masuk dalam wilayah Kampung Kebalen berbatasan dengan Kampung Sukadiri, Desa Banten.

Makam Tua tsb berada di salah satu lahan peninggalan abah gede buyut kami yang letaknya di lokasi zona pengembangan Kawasan Penunjang Wisata Religi Kesultanan Banten yang sedang dibangun oleh Pemprov Banten dan Pemkot Serang.

Dikutip dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbanten, temuannya adalah :

Satu makam yang ditandai oleh dua batu nisan yang diletakkan dengan orientasi utara-selatan. Nisan terbuat dari batu berwarna coklat yang dibentuk dengan pembagian menjadi bagian kepala, badan, dan kaki nisan.

Bagian kepala nisan batunya dibuat cenderung pipih. Sisi muka yang menghadap selatan diguratkan atau dipahatkan hiasan kurawal pada bagian tepiannya. Di bagian bawahnya terdapat permukaan yang berdenah empat persegi panjang dengan sejumlah guratan yang membentuk aksara Jawa Baru.

Dibatasi oleh profil di bagian bawah dari permukaan yang beraksara Jawa Baru adalah bagian badan nisan. Permukaan badan nisan memiliki hiasan unik berbentuk gambar manusia yang jika diperhatikan menyerupai perempuan dengan baju panjang, kakinya tidak terlihat. Terdapat guratan angka di profil bagian bawah yang memisahkan bagian badan nisan dengan kaki, yaitu 1899.

Selain batu nisan, hanya berjarak beberapa meter di sisi timurnya terdapat struktur susunan bata dari satu bangunan yang memanjang utara-selatan. Dan beberapa meter ke arah Barat Daya ditemukan Sumur Tua yang saat ini hanya ditutup (diurug) tanah u/ taman bundaran sekitar 50 Meter tdk jauh dari Pintu Gerbang Kawasan Penunjang Wisata. Konon katanya Sumur Tua tersebut diduga “Sumur Kejayan”.

Jika berhubungan dengan makam, pertanyaan yang pertama muncul adalah, makam siapa? Pertanyaan itu terjawab dengan membaca aksara Jawa Baru yang tertulis pada kepala nisan, yaitu *Katijah*.

Nama tersebut kemungkinan memiliki hubungan dengan guratan berbentuk perempuan pada badan batu nisan.

Kesimpulan hubungannya adalah makam tersebut adalah makam perempuan bernama *Katijah* yang meninggal pada tahun 1899 seperti yang tertulis pada batu nisannya..

( H.Tomy,SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.