oleh

Dinsos Aceh Utara Serahkan Bantuan Untuk Khairiah Korban Angin Puting Beliung di Simpang Keuramat

Lhoksukon, Teropong Barat – Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Utara Zulkarnaini, S.Pd, M.Pd, yang diwakili Ketua Tagana Aceh Utara Amiruddin, menyerahkan bantuan masa panik untuk korban Angin Puting Beliung di Gampong Blang Raleu Kecamatan Simpang Keuramat Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (06/06/2020).

Bantuan masa panik tersebut langsung diserahkan kepada pemilik rumah yang bernama Khairiah di lokasi musibah terjadi. Bantuan yang diserahkan berupa bahan makanan pokok, kelambu, selimut dan pakaian, serta peralatan dapur lainnya.

Oleh karenanya kita berharap agar korban Angin Puting Beliung dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik. Setidaknya bantuan masa panik itu dapat meringankan beban korban, pasca musibah yang menimpa warga tersebut,” ujar Amiruddin, saat ditemui usai menyerahkan bantuan.

Amiruddin juga mengharapkan kepada Khairiah korban Angin Puting Beliung agar menerima cobaan ini dengan ikhlas, diberi ketabahan dan kesabaran, karena musibah merupakan cobaan Allah SWT. Kita juga menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada Muspika Simpang Keuramat dan Pemerintah Gampong Blang Raleu serta semua pihak yang telah membantu Khairiah baik tenaga maupun materi sehingga Khairiah yang mengalami musibah korban Angin Puting Beliung dapat segera beraktivitas kembali seperti semula.

Penyerahan bantuan tersebut turut juga dihadiri Pengurus Karang Taruna Aceh Utara Awaluddin, Pendamping PKH Kecamatan Simpang Keuramat, TKSK, Geuchik dan Kepala Dusun Gampong Blang Raleu serta masyarakat.

Diberitakan sebelumnya Sebuah rumah milik Khairiah, warga Desa Blang Raleu, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara roboh rata dengan tanah.

Rumah tersebut roboh akibat Angin Puting Beliung, Jum’at (05/06/2020).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Karena kondisi rumah kosong, pemiliknya saat rumah tersebut roboh berada dirumah ibunya.

Kerugian materil diperkirakan lebih kurang 10 juta rupiah, dampak dari itu, tiga jiwa, terdiri dari satu keluarga kehilangan tempat tinggal dan saat ini menumpang pada rumah ibunya. (SI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.