oleh

EK LMND KOTA LHOKSEUMAWE:”TINDAKAN ABSURD POLRESTA BANDA ACEH MEMBUBARKAN AKSI DEMONTRASI JANGAN TERULANG LAGI

LHOKSEUMAWE, Teropong Barat – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Lhokseumawe-Aceh Utara menyayangkan atas diamankannya 8 Mahasiswa Aceh yang melakukan Aksi di Simpang Lima Kota Banda Aceh, pada Selasa pagi (07/07/2020).

Aksi yang di pelopori oleh LMND Ek-Banda Aceh tersebut menyangkut refleksi 3 tahun kepemimpinan Irwandi-Nova, namun pada saat aksi berlangsung mereka pun terpaksa diamankan ke Mapolresta Kota Banda Aceh.

Ketua LMND Ek-Lhokseumawe-Aceh Utara Iswandi kepada wartawan mengatakan, “Kita sangat menyayangkan atas diamankannya teman-teman mahasiswa yang sedang melakukan aksi,” ungkap nya.

“Di dalam negara demokrasi, kebebasan berpendapat di muka umum sudah sangat jelas di atur dalam UUD 1945 pasal 28E ayat (3) yang menyatakan setiap orang berhak atas kebebasan berserikat,berkumpul dan mengeluarkan pendapat di muka umum,” imbuhnya.

Lanjut nya, terkait dengan ditahan nya mahasiswa tersebut kami menilai ini tidak logic, dikarenakan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis, M.Si telah mengeluarkan surat telegram no STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020 tentang perintah kepada jajaran mengenai pencabutan maklumat Kapolri nomor:MAK/2/111/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Corona (covid 19).

“Kita meminta kepada pihak kepolisian agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali kedepannya, karena pada prinsipnya tugas kepolisian adalah melayani, mengawal serta mengayomi.” Tandasnya.

Disisi lain, Ketua Departemen Pengembangan Organisasi LMND Ek-Lhokseumawe-Aceh M. Zulfan juga menambahkan, “Kita adalah suatu langkah kemunduran demokrasi di negara kita, dimana hak-hak untuk menyuarakan pendapat di depan umum kembali di rampas,” berang nya.

Pasalnya teman-teman yang melakukan aksi tersebut sudah memenuhi standar protokoler kesehatan dalam new normal, teman-teman juga menjaga Phscycal Distancing, memakai masker dan tidak lupa menggunakan Hand Sanitizer, tambah nya.

“Kami sangat berharap agar tindakan absurd Polresta Kota Banda Aceh yang membubarkan aksi demonstrasi ini tidak terulang kembali.” Tutup nya. YD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.