oleh

FORKOPIMDA dan FORKOPIMDA PLUS Bahas New Normal

BENER MERIAH, TEROPONG BARAT |  Penanganan Covid 19 di Kabupaten Bener Meriah terus berlanjut, terlepas dari ditetapkannya Bener Meriah dalam kategori Zona Merah Covid 19.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama FORKOPIMDA dan FORKOPIMDA PLUS sedang fokus dalam penyusunan protokol kesehatan dalam menghadapi tatanan hidup New Normal . Protokol kesehatan New Normal ini disusun dengan harapan nantinya akan menjadi acuan bagi seluruh Masyarakat Bener Meriah dalam menjalankan roda kehidupan dalan kondisi wabah Covid 19. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan penularan Covid 19 pada Masyarakat Kabupaten Bener Meriah.

Setidaknya ada 5 ( lima) Syarat tatanan New Normal Produktif dan aman covid 19 yaitu:
1. Penularan Covid 19 dapat dikendalikan
2. Kapasitas sistem kesehatan mampu mengidentifikasi, isolasi, pengujian, pelacakan kontak hingga karantina bagi oramg terinfeksi
3. Mampu menekan resiko wabah Covid 19 pada kelompok berisiko
4. Penerapan protokol pencegahan Covid 19 di fasilitas publik seperti Physical Distancing, fasilitas kebersihan dan pemanfaatan masker
5. Mampu mengendalikan resiko kasus dari pembawa Virus masuk ke suatu Wilayah
(dikutip dari Dokumen Tim Penyusun RENAKSI COVID 19 BM)
Semua ini tentunya dapat terwujud apabila seluruh komponen Masyarakat dapat saling bahu membahu, saling mengingatkan untuk mentaati dan melaksanakan seluruh Protokol Kesehatan New Normal.

Pada prinsipnya New Normal ini adalah bagaimana kita hidup secara normal untuk memenuhi kebutuhan hidup pada masing2 profesi, beragam aktifitas, dengan tetap terhindar dari dari penularan Covid 19.

Menurut Plh Bupati Bener Meriah Drs. Haili Yoga, M. Si, “ada beberapa Prioritas pemulihan dalam kondisi Covid 19 yaitu, sektor pemerintahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan, keagamaan, sosial budaya, penertiban dan penegakan hukum serta gerakan masyarakat produktif, dan semua sektor ini harus mempunyai Protokol Kesehatan New Normal” kata Plh Bupati.

Sementara menurut ketua MPU Bener Meriah Abu Almuzani mengatakan, “meskipun Bener Meriah kategori Zona Merah kita harus tetap mengedukasi Masyarakat agar jangan sampai terlalu merasa takut yang berlebihan, social distancing dan jaga kebersihan diri dan keluarga adalah hal yang utama sebagai bentuk usaha manusia dan selebihnya jangan lupa berdo’a” tutup Abu Almuzani

Lain lagi yang dikatakan oleh Ketua DPRK Bener Meriah M. Saleh bahwa “penetapan Zona Merah untuk Kabupaten Bener Meriah perlu ditinjau ulang, terlebih saat ini kondisi ODP, PDP sudah tidak ada lagi dan yang terkonfirmasi positif pun sudah sembuh” imbuhnya

Dalam pembahasan dihadiri oleh, Plh. Bupati Bener Meriah Drs. Haili Yoga, M. Si, Ketua DPRK BM M. Saleh, Kapolres BM, AKBP Siswoyo Adi Wijaya, S. Ik, Dandim 0106 AT/BM Valyan.T, Ketua MPU BM Abu Almuzani, Ketua Pengadilan Negeri Sp. 3 Redelong Purwaningsih, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Redelong Puji Rahmadian, Wadanyon114 SM, para staf ahli, para Asisten dan beberapa Kepala SKPK serta Tim Penyusun Dokumen Renaksi Covid 19 (HUMAS BM).YD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.