oleh

FSMB DESAK TINDAK GALIAN ILEGAL DI KEC.RANGKASBITUNG

FSMB DESAK TINDAK GALIAN ILEGAL DI KEC.RANGKASBITUNG
————————————-

Rangkas Bitung, Teropong Barat– Kecamatan Rangkasbitung zona merah pertambangan karena Rangkasbitung bukan lagi sebagai kawasan untuk pertambangan, perda RTRW No 4 tahun 2014.
Tetapi realita di lapangan masih banyak galian pasir di kecamatan Rangkasbitung masih beroperasi bahkan pengusaha tambang menghalalkan segala cara untuk meraup keuntungan yang besar tanpa memikirkan kondisi paska tambang.

Baru-baru ini banyak galian pasir di desa Citeras kecamatan Rangkasbitung yang beroperasi tapi tidak memiliki izin operasional karena izin lokasinya sudah mati atau kadaluarsa dan kemungkinan tidak bisa memperpanjang izin.

Galian pasir yang diduga tidak memiliki izin milik KH.Upang Suprani atau di kenal dengan galian H. Ismet di Blok Cilalay desa Citeras kecamatan Rangkasbitung sesuai no izin 570/02/IUP.OP/BKPMPT/II/2016 atas nama pelilik IUP KH.UPANG SUPRANI diduga izinnya sudah kadaluarsa.

Kami dari FSMB (Forum Silaturahmi Mahasiswa Banten) meminta kepada penegak hukum dalam Hal ini Polda Banten khususnya Polres Lebak untuk secepatnya memanggil dan melakukan penyelidikan karena kami rasa ada pelanggaran UU Minerba No 3 tahun 2020 pasal 158 dan pelanggaran UU lingkungan Hidup No 32 tahun 2009″, kata Aziz Awaludin ketua FSMB.

(Teropong Barat, *)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.