oleh

“GAMPANG” ITU MEMBANGUN KOPERASI PANGAN RAKYAT

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK (BEM FISIP) Konsep makanan penilaian konsep eksistensi manusia yang tak terhindarkan dari makanan, sama seperti kontribusi eksistensi kehidupan di alam ini yang berkaitan dengan oksigen dan udara. Pada saat diumumkan beras, maka ia merupakan bagian yang terpisah dari masyarakat manusia. Minggu (12/07/2020)

Sekjen BEM FISIP Beni Murdani mengatakan Eksistensi pangan sebagai kebutuhan pokok sebagai nilai yang harus terpenuhi untuk mempertahankan kehidupan.Ini artinya setiap mahkluk yang hidup di muka bumi tentu memiliki cara tersendiri dalam memproduksi makanan nya pula yang kemudian membentuk sebuah siklus rantai makanan yang berguna untuk sesema dalam rangka memenuhi kebutuhan masing masing.

Pada umum nya masyarakat Negara Republik indonesia mengkomsumsi beras dan berapa tanaman pangan lain nya seperti sagu , ubi , singkong dan kentang.

Masyarakat Aceh sudah mengkomsi beras sejak lama , karena mayoritas masyarakat nya adalah petani sawah , petani kebun dan nelayan.di ketiga unsur produksi inilah distribusi pangan desa – kota terbentuk.

Walau pun kita pernah mendengar kan petuah lama yang menyimpan pesan yang mendalam untuk kita generi z saat ini , pesan tersebut meng artikulasi kan bahwa sebuah negara harus menjamin ketersediaan pangan untuk kebutuhan rakyat nya.

Kata petuah lama tersebut berbunyi “Sage keu bu U keu engkot Asap keu keu lumbu Apui hu keu ija Limbot” Artinya Konsep pangan sebuah negara bukan lah main main karena dalam sejarah revolusi umat manusia cara produksi makanan pun semskin berkembang.

Karena makanan yang di komsumsi oleh akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan performa kemampuan manusia.

Secara kasar kita ingin mengkaji program Gerakan Mandiri Pangan yang di gagas oleh pemerintah Aceh (Gampang) sebagai sebuah kesadaran revolusioner dalam antisipasi krisis pangan di Abad ini.

Secara Konseptual Gampang memberikan Akses kepada rakyat petani,nelayan dan pedagang dalam memproduksi makanan pangan, misal nya ketika Rakyat Aceh menggantungkan hidup nya pada beras.

Sebelum menjadi beras,sayur,dan ikan tentu ada proses yang panjang supaya kemudian massa produksi tersebut dapat berhubungan langung dengan nilai dan harga produk pangan yang mereka hasilkan.

Produksi padi masyarakat ada yang menggunakan Aplikasi lahan sawah dan Juga Aplikasi lahan ladang, dan hal itu sangat menyulitkan para petani di tengah Ancaman krisis ekologi global.

Beras adalah turunan dari padi , sebelum menjadi padi harus ada sawah dan ladang,sawah dan ladang saja belum menjamin pada produksi pangan yang berhasil maka selanjutnya harus di dukung oleh teknologi, lahan , udara , benih , pupuk ,dan obat obatan , dan semua itu harus di lakukan secara bersama-sama oleh pemerintah dan petani.

Mengenai konsep sawah di Aceh belum mengarah pada mengampang kan para petani untuk memproduksi tanaman pangan secara berkelanjutan.Di karena kan banyak lahan sawah tidak mendapat kan suplai air atau belum semua lahan sawah tersambung dengan saluran irigasi yang baik, bendungan yang di bangun pemerintah belum bisa sepenuh nya bisa mengaliri lahan persawahan masyarakat dan juga di perparah oleh banyak nya Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mengalami pendangkalan.Jadi konsep sawah di Aceh belum kompleks.

Selanjutnya, di antara, konsumen dan sawah yang menyediakan sistem pemasaran yang diperlukan untuk mencari tempat transportasi (pergudangan), utilitas waktu (pergudangan), utilitas bentuk (pengolahan), dan utilitas kepemilikan (transaksi). Masyarakat konsumen dapat membayangkan sebagai terminal pangan, yang mana dari makanan itu terwujudkan kesehatan, kekuatan, keberlanjutan dan fungsi-fungsi lain dari masyarakat manusia dalam mencapai pengembangan peradaban selanjutnya. Jadi, makanan adalah aliran kehidupan dan keberlanjutan dari kehidupan itu sendiri.

Pemecahan masalah besar yang di hadapi oleh rakyat petani tersebut harus desertai oleh kehendak revolusioner pemerintah Aceh , karena sistem pengambilan keputusan yang hanya berbasis program dan perubahan pasar saja tidak cukup.
Maka dari itu jika Gerakan Mandiri Pangan sebagan keputusan politik pemerintah , hal terpenting yang harus di lakukan pemerintah Aceh saat ini adalah bagaimana program tersebut harus terimplementasi secara berkelanjutan dan harus di Arah kan pada Demokratisasi Sistem pangan Kita.

Mengapa hal itu harus di bawa ke Arah demokratisasi Sistem pangan ? Di karenakan konsep demokrasi adalah konsep politik yang saling berkaitan satu sama lain, hubungan antar manusia terhadap sesuatu , kondisi atau masalah yang tidak hanya terkait dengan nilai tukar yang terjadi di pasar. Baik di setujui oleh musyawarah atau pun individu dalam proses pengambilan keputusan , hasil dari proses demokrasi pada ujung nya adalah kekuatan yang di berikan oleh rakyat kepada lembaga tertentu untuk menjalankan kekuasaan nya.

Pangan sebagai Masalah yang sedang di hadapi Dunia.

Pangan adalah sesuatu yang berkaitan langsung dengan Alam , karena di berbagai belahan dunia manapun proses produksi pangan masih menggunakan tanah sebagai media bercocok tanam, walau pun dunia sedang di landa perubahan yang sangat radikal beberapa ilmuwan di seluruh negara sedang melakakun trobosan yang mengabungkan sistem pangan dengan teknologi untuk menjawab persoalan kedaulatan pangan yang sedang di hadapi dunia saat ini. Dan pendiskusian terkait kedaulatan pangan sangat gencar di diskusikan oleh penggiat gerakan sosial di tengah pandemi sekarang ini.

“Kamu adalah apa yang kamu makan ” sebuah istilah yang di utarakan oleh pepatah barat, artinya pemahaman untuk melihat siapa dan apa yang bergantung dari apa yang kita makan.

Apakah kita menjadi bangsa yang sehat , cerdas , Cendikia , dan kuat sangat bergantung apa yang kita makan ? Misal nya saat masa depan kandungun sang bayi sudah kekurangan gizi , karena pertanyaan seperti itu harus kita tanyakan dalam setiap diri kita, supaya kemudian kita dapat memperkirakan negara yang mempunyai kebutuhan pangan yang sangat besar , dan ketika kita dapat terhindar dari krisis tersebut kita dapat menjadi bangsa yang kuat dalam situasi apapun.

Karena tidak dapat di pungkiri bahwa pangan sangat berkaitan erat dengan manusia dalam hal kecerdasan, usia harapan hidup, kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

Mengutip dari sebuah istilah yang di k
Utarakan oleh bapak zakaria saman , seorang intelektual satire yang sangat lembut tapi makna nya sangat menusuk,Dia merupakan seorang tokoh dan pernah menjabat sebagai menteri pertahanan di Gerakan Aceh Merdeka,dia menyebutkan bahwa “Prut troe nanggroe Maju” Artinya pangan merupakan persoalan politik utama yang harus di pecah kan karena pangan akan menentukan masa depan suatu bangsa.

GAMPANG harus di wujudkan dalam memperkuat Koperasi Pangan Rakyat

Ketersediaan makanan menjadi prasyarat dari sukses atau tidak nya program Gerakan Mandiri Pangan (GAMPANG) pemerintah Aceh ,maka dalam hal ini program tersebut harus menjadi suatu upaya yang berkelanjutan dalam pengelolan sumberdaya alam yang ada di Aceh.

Mandiri bukan berarti kita tidak membutuhkan pasokan pangan dari daerah lain, Artinya Gerakan Mandiri Pangan ini sebagai sebuah ide yang harus di gelorakan sampai pada tingkat tertinggi dari makna sebuah kemandirian yang harus bisa di raih oleh pemerintah Aceh.

Jika seandai nya program GAMPANG ini di laksanakan dengan cara lama maka program ini hanya akan menjadi sebuah kesadaran tapi tidak pernah di wujudkan dalam tindakan.

Pengujian dari Benar Ada nya Gerakan Mandiri Pangan Ini ketika pemerintah dan Rakyat memiliki visi yang sama , artinya adalah rakyat dan pemerintah bermusyawarah untuk mendukung pembangunan sistem pangan yang pro terhadap rakyat yang berarti demokratisasi pangan benar benar mau di wujudkan oleh pemerintah Aceh.

Mengapa harus memperkuat koperasi rakyat .

Karena Gampang adalah visi besar yang akan membangkitkan perekonomian masyarakat di Gampong – Gampong.

Ketahanan dan ketersediaan makanan itu dapat dilihat dengan mudah dari berbagai pengalaman pemerintah Aceh dalam upaya memajukan kesejahtraan rakyat penopang pangan seperti nelayan , pedagang kecil dan petani dalam waktu 15 tahun sekarang ini.

Belum arah dan haluan yang jelas dan tertanya sistem yang komplek dalam keberpihakan pemerintah terhadap ketiga unsur penopang tersebut.

Di saat wabah di setujui sebagai pandemi global, tentunya membuat banyak negara dalam keadaan terguncang , bergolak dan tidak menutup kemungkinan bubar, bagaimana tidak hampir seluruh sektor produksi menjadi terdampak dari akibat pandemi Covid 19 yang sedang kita lalui saat ini.

Pembangunan sebuah sistem dari tingkat paling bawah menjadi sangat penting agar kemudian dapat menopang sendi sendi kehidupan di masa depan.

Kami menawarkan kepada pemerintah Aceh agar program gampang tersebut harus di wujudkan dalam Koperasi pangan Rakyat sebagai sebuah sikap melalui pertimbangan berbagai hal dan tentu nya kami telah merumuskan secara matang.

Karena Koperasi Pangan Rakyat sangat bersinergi dengan program pemerintah Gerakan Mandiri Pangan yang kemudian akan mempercepat distribusi kesejahteraan rakyat Aceh melalui beberapa tahapan selanjutnya ketika koperasi pangan rakyat sudah terbentuk di seluruh desa.

Ketika koperasi pangan Rakyat sudah berjalan dalam sebuah sistem pertahanan pangan yang kolektif dalam menjamin proses produksi para unsur penopang, Distribusi dam ketersediaan pangan. Maka demokratisasi sistem pangan sudah terwujud .

Tinggal kita melangkah pada fase selanjut nya yaitu mengarah pada merumuskan konsep industri pangan di Aceh, karena mengingat lebih nya sumber daya Alam yang ada harus di topang oleh industri.

Karena nanti pengelolaan sumber daya alam kita bisa berupa terbangun nya industri Agroekoteknologi atau pun Industri Agribisnis dan itu bukan hal yang mustahil terjadi di masa depan.

Kita bisa mengambil contoh pada uni soviet , Bagaimana dampak pandemi global covid 19 ? Pangan bukan hanya akan menjadi politik lokal atau Nasional akan tetapi akan menjadi pandangan politik global.

Harga pangan yang terus melonjak menggambarkan tatanan ekonomi politik tidak dapat di sederhanakan dengan memaknai bahwa pasar sebagai solusi yang mana rakyat mengusahakan kebutuhan pokok yang di perlukan.

Kadang kita lupa atau tidak konsisten di satu pihak kita berbicara tergantung pasar, pada saat kita berbicara makanan ,harga makanan yang seharus nya mengikuti harga pasar dunia yang di minta tetap harga murah sesuai kepentingan politik,dan itu jelas sangat merugikan petani.

Pertanian Gula dan beras hampir selalu di rancang oleh pemerintah, pemerintah sebagai perpanjangan tangan rezim investasi dan industri global selalu mendukung kebijakan harga jual komoditas petani yang murah.Dengan penetapan nilai pembelian pemerintah lebih murah dari harga pasar maka kita mengharapkan naik nya harga beras akan terus berkurang.

Pemikiran yang harus kita kembangkan disini bukan bermakna bahwa harga pangan yang murah bukan tidak memiliki kualitas yang bagus untuk konsumen, lebih untuk konsumen masyarakat miskin yang mana lebih dari 50 % penghasilan nya untuk membeli beras dan kebutuhan pokok lainya.

Yang perlu di jadikan pembaharuan di sini adalah kebutuhan produksi yang bersifat jangka panjang akan di butuhkan oleh ekspektasi harga beras pada waktu akan datang jadi ekspektasi ini akan mengubah pola investasi petani atau dunia usaha yang bergerak dalam dunia pangan.

Bayangkanlah jika ekspektasi harga beras turun rendah maka investasi akan berkurang,bahkan petani menjadi tidak bersemangat untuk bercocok tanam di lahan sawah mereka.

Selanjutnya, murahnya harga beras bagi pelanggan tidak perlu lagi membayar kepada petani pangan sehingga meningkatkan pendapatan petani dan pangan terus meningkat. Dari sudut pandang etika, lalu pertanyaanya adalah apakah mengatasi kemiskinan dengan memanfaatkan petani miskin, dan sementara itu pihak kaya juga mendapatkan manfaatnya?

Petani dengan dominan yang dalam sistem negara mana mengambil keputusannya melalui suara terbanyak tidak sesuai dengan politik negara yang disetujui oleh petani, khususnya petani tanaman pangan yang semakin meningkatkan kesejahteraannya. Mengingat ketahanan pangan nasional tergantung pada peningkatan pertanian pangan, maka petani miskin justru kehilangan pangan pula karena ketahanan pangan nasional.

Kita mendapatkan jaminan bahwa rakyat mendapatkan makanan yang cukup. Kita memiliki Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan tanah, udara dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara. Sistem demokrasi yang harus dijalankan harus memberikan Jaminan agar hal tersebut terwujud.

Jadi program “GAMPANG” Pemerintah Aceh akan menjadi gampang gampang susah dalam implementasi nya jika tidak di wujudkan dalam sarana kolektif yaitu koperasi Pangan Rakyat dalam rangka terciptanya kesejahteraan rakyat Aceh yang berkelanjutan dan menyeluruh. Tutupnya Beni Murdani selaku Sekjen BEM Fisip Unimal. YD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.