oleh

Jalan Nggurah Ketabe Agara H 6,sudah normal seperti Biasa

Kotacane, Teropong Barat. Com – Jalan Nggurah Ketambe Aceh Tenggara menuju Kabupaten Gayo lues sudah mulai Normal, bisa di lalui pengguna lalu lintas Aceh Tenggara Gayo lues maupun menuju Sumut lewat Aceh Tenggara, sabtu (18/7)2020.ketika di pantau media ini di lokasi longsor di puncak Nggurah Ketambe sejuk.

Salah satu pekerja pk jenggot beserta anggotanya salah satu perusahaan Aceh Tenggara, sejak pengerjaannya berhasil menyelesaikan, meski ada kekurangan sedikit hal biasa sebagai manusia katanya, karena tandasnya ketika longsor minggu lalu, manakala mobil antri luarbiasa termasuk keluarga wabub Agara, sehingga meski bermalam di tengah hutan Nggurah ketambe Agara, Alhamdulillah tugas berat terancam jurang dalam Ketambe Nggurah ini selesai juga di kerjakan, katanya, meski kadang makan pun terlambat demi sebuah pekerjaan mulia itu, tandas jenggot tambahkan.

Selanjutnya kepada pengguna jalan lebih -lebih me-tik lewat jalan ini hati hati karena posisi jalan ini sangat curah dari baholak zaman tempo dulu, dan bisa jalan licin itu membawa petaka, justru waspadalah bila melewati jalan Nggurah ketambe Agara ini berhubung tingkat tanjakan jalan ini agak curah, sebutnya kepada media ini.

Pantauan Media ini sabtu (18/7) ke lokasi setempat di Nggurah Ketambe Agara, ternyata betul pengguna jalan setempat harus pandai mengatur gigi 1-dan 2, karena tanjakan diperlukan hati pokus dan jernih, karena menurut sumber pk panjang Rambut, di puncak ini Nggurah historis nya, banyak korban termasuk dulu alat berat lewat ini terjun payung ke bawah jurang, Nggurah ketambe Agara, akibat tidak pokus dan tidak perefesional meng operasikannya di lokasi tanjakan dan curah sebutnya mengulangi.

Dalam perjalan sejarah Nggurah Ketambe , sedikit Cerita Nggurah dari berbagai sumber dan di benarkan pak panjang Rambut Puncak ini bahwa, memang sebelum zaman belanda jalan sudah ada yakni jalan Silayar dan pengulu mude ke gayo lues dan sepulang gayo lues di lokasi inilah sialayar di jatuhkan pengulu mude, demi tahta dan jabatan kata, pk pajang rambut, mengingatkan kisah silayar hingga mati hidup kembali berkat Do’a Syeh Ketambe, hingga bertempur dengan pedang syeh ketambe ke Desa Natam demi Beru Dinam, juga menang, dan pulang kembali ke Nggurah Ketambe Agara dengan mengalami kematian dua kali termasuk di Buluh biyang Agara sebelum Natam Agara, demi gadis pujaan beru Dinam ini, berhasil membawa kemenangan singkat cerita kembali ke Nggurah ketambe dengan pasukan kuda nya Ala kuda Ketambe Nggurah saat itu, dan jalan itu kini bisa di lalui kembali mesku liciñ di musim hujan, waspada katanya, dari warga pengguna jalan Pk Win Gayo lues agar pihak plt Gubernur Aceh dapat meronovasi jalan Nggurah Ketambe Agara Demi hajat orang banyak anak cucu di dua kabupaten ini, apakah jalan ini di carikan tidak dari tanjakan ini karena katanya sebelum merdekapun nkri ini jalan sudah ada seperti jalan cerita silyar ini, sebutnya dan tidak ada perlu larangan dari pihak manapun sebutnya, apalagi di kesepaman helsingki dan Uupa, pemerintah Aceh berhak atas kebijakan itu demi hajat orang banyak dan ummad tegasnya mengulangi.(sadikin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.