oleh

Kakam Kurniawan Lakukan Sidak di balai Kampung Payung Makmur

PUBIAN, LAMPUNGTENGAH – Usai Serah Trima Jabatan di Kecamatan Bubian Kabupaten Lampungtengah, Kepala Kampung Kurniawan Langsung Melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Balai Kampung Payung Makmur, Kecamatan Setempat, pada Senin ( 3/10/2022).

Dalam sidak, Kakam Payung Makmur, Kurniawan kecewa melihat kondisi balai kampung setempat. Pasalnya menurut selama 15 tahun lebih mantan Kepala kampung, Zimammul Waffa menjabat dan telah menganggarkan  biaya perkantoran Ratusan juta  nampak kantor kosong dan tidak ada fasilitas perkantoran bahkan kantor kepala kampung seperti tidak berpenghuni.

Meski ada beberapa alat perkantoran tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan melalui dana desa selama 15 tahun.

Ironisnya lagi dalam laporan buku aset milik kampung nampak banyak aset yang tidak dicantumkan bahkan dinyatakan tidak diketahui keberadaannya.

“Aset-aset kampung selama zamam menjabat banyak yang hilang dan tidak dicantumkan dalam daftar buku aset kampung. Bahkan banyak sertifikat aset kampung dinyatakan hilang tidak diketahui keberadaannya. Ini bahaya sekali, sebab jika legalitas aset kampung tidak ada bisa menimbulkan persoalan dikemudian hari.” Ujar kurniawan yang baru dilantik pada 28 september 2022 lalu.

Selain itu Kurniawan mengaku kecewa, Aset kampung yang nilainya Ratusan juta, seperti bantuan pemerintah pertanian, peternakan, karang taruna, kelompok tani juga nyaris tidak ada sama sekali.

“ Padahal selama ini banyak sekali bantuan pemerintah, seperti mesin bajak, desel sedot air, molen cetak bata, bantuan ibu-ibu PKK, Pemuda, Aset tanah milik kampung dan wakaf juga hilang entah kemana dan tidak dicantumkan dalam aset desa,”Keluh Kurniawan.

Kurniawan berharap, bagi yang diduga menggelapkan aset desa tersebut agar kiranya cepat dikembalikan kepihak kampung. Sebab masih kata dia, itu adalah hak masyarakat.

“Saya akan telusuri aset tersebut, jika aset-aset tersebut terbukti digelapkan atau dijual akan saya bawa keranah hukum bersama-sama Masyarakat. Bahkan kabarnya ada anggaran sejumlah Rp200 juta  untuk tanam jahe pada tahun 2021 lalu sampai kini belum ada realisasinya,”Ungkapnya.

Kurniawan juga memgatakan saat terjadi sidak para pamong juga tidak ada yang ditempat, hanya ada dua pamong.

“ini sudah jelas selama ini layanan pamong untuk masyarakat sangat buruk. Sebab pamong itu pelayan masyarakat dan mereka tidak mencerminkan pelayan masyarakat dan hannya makan gaji buta. Kedepan dibawah kepemimpinan saya tidak ada lagi pamong yang makan gaji buta dan tidak melayani masyarakat.”ujarnya.

Selian itu Kurniawan juga menyinggung anggaran Dana Desa tinggal 20 persen lagi dan sudah dicairkan sejumlah 80 persen. Sementra kegiatan 80 persen tersebut untuk apa saja dan ketika dia tannyakan operator lama sudah terealisasi dengan baik. Namun nyatakan pembangunan hannya ada pengerasan jalan sepanjang 500 meter itupun belum selesai.

“Pembangunan juga banyak yang tumpang tindih, saya menduga ada kegiatan yang fiktif. Ini yang harus kita perjuangkan kedepan, jangan lagi kampung Payung Makmur yang kita cintai ini hanya untuk ajang mencari keuntungan untuk memperkaya diri,” Pungkasnya.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *