oleh

Kapolres Bireuen Ziarahi Makam Pahlawan Husin Yusuf

 

BIREUEN, TEROPONG BARAT | Dalam rangka  menyambut Hari  Bhayangkara ke 74, pada tanggal 1 Juli 2020, jajaran Polres Bireuen lakukan ziarah ke Makam Pahlawan Kolonel Husin Yusuf di Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Senin (29/6/2020).

Saat upacara ziarah yang bertindak
Inspektur Upacara Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat, SH, SIK, M Si, kemudian komandan upacara Oleh Kapolsek Kota Juang AKP Sufli.

Ziarah dalam rangka HUT Bhayangkara ini dipimpin langsung Kapolres dan diikuti Waka Polres Bireuen, para Kabag dan sejumlah
personil Polres Bireuen dari berbagai tingkatan.

“Ini merupakan agenda tahunan Polres Bireuen dalam rangka memperingati hari ulang tahun bhayangkara,ucap Kapolres Bireuen

Setelah upacara dilanjutkan ziarah kubur makam dengan menabur bunga di pemakamam Kolonel Husin Yusuf dan Letda Ummi Salamah, acara dilaksanakan sesuai protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan menggunakan masker mengingat situasi pandemi covid-19.

Menurut HR Juli salah seorang Legiun Veteran Kabupaten Bireuen menjelaskan,  alm Kolonel Husin Yusuf putera kelahiran Desa Blang Bladeh Kecamatan Jeumpa  tahun 1901, berawal dari seorang guru Sekolah Rakyat merangkap wartawan pejuang.

Tahun 1937  meninggalkan tugas guru bergabung menjadi  Tentara Keamanan Rakyat (TKR) kemudian berubah nama menjadi TRI (Tentara Republik Indonesia) dengan pangkat Letnan Kolonel menjabat sebagai Panglima Divisi Gajah-I/Atjeh.

Setelah pangkatnya naik menjadi Kolonel,  3 Juni 1947 TRI berubah nama menjadi TNI.  Divisi Gajah-I dan Divisi Gajah-II ;Atjeh digabung menjadi Divisi X Komandemen Sumatera Langkat dan Tanah Karo semula  berkedudukan di Bah Jambi dipindahkan ke Kutaradja dibawah pimpinan Kolonel Husin Yusuf.

Meletusnya agresi Belanda kedua tahun 1948 Divisi X di Kutaradja dipindahkan ke Bireuen bermarkas di Pendopo Bupati Bireuen sekarang.

Sejak bermarkasnya TNI Divisi X di Bireuen, sejak itu Bireuen mendapat julukan “Kota Juang” mengatur strategi Militer Atjeh melawan agresi Belanda yng sudah menguasai Sumatera Timur 1947-1948.

Kolonel Husin Yusuf merupakan sosok Panglima yang sangat disiplin disegani bawahan dan ditakuti lawan dimasa Revolusi Belanda, Jepang da Agresi Belanda 1947-1948.

`Usai mengikuti pendidikan Militer Sesko di Jogyakarta tahun 1949, pada tahun 1950 Keputusan Presiden RI Serikat Soekarno Nomor 472/M/ 1950 Kolonel Husin Yusuf diperbantukan sebagai Wakil Kepala Staf Mabes Angkatan Darat  atas jasanya yang luar biasa dalam perjuangan gerilya membela kemerdekaan negara, urai HR Juli wartawan kawakan Bireuen penuh semangat. (ZK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.