oleh

Karang Taruna Aceh Utara Dukung Langkah Pemerintah Gampong Keulilee Buat Sanksi Adat Berantas Narkoba

Aceh Utara, Teropong Barat – Organisasi Karang Taruna Kabupaten Aceh Utara mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya Langkah Pemerintah Gampong Keulilee Kecamatan Nibong Aceh Utara akan memberlakukan Sanksi Adat (Qanun Gampong) bagi Pengedar dan Pemakai Narkoba.

Sekretaris Umum Karang Taruna Kabupaten Aceh Utara Zulbahraini, S.Sy kepada awak media Minggu (21/06/2020) menegaskan, pihaknya sangat mendukung langkah yang ditempuh Pemerintah Gampong Keulilee membuat Sanksi Adat (Qanun Gampong) bagi Pengedar dan Pemakai Narkoba.

Diberitakan sebelumnya Pemuda bersama Tokoh Masyarakat Gampong Keulilee, Kecamatan Nibong, Aceh Utara akan memberlakukan sanksi adat bagi pengedar dan pemakai narkoba di wilayah tersebut. “Semua elemen masyarakat Gampong Keulilee sudah sepakat memberikan sanksi adat bagi warga pengedar dan pengguna sabu-sabu, kesepakatan ini sesuai hasil rapat,” kata Mahmudin Ketua Pemuda Gampong Keulilee, usai rapat, Sabtu (20/6/2020) malam.

Sanksi adat ini nantinya kata Mahmudin tertuang dalam Qanun Gampong yang akan disusun oleh tokoh masyarakat dengan melibat seluruh elemen aparatur dan mayarakat gampong.

“Sanksi yang telah disepakati adalah; tidak ada kunjungan bila ada anggota keluarga pengedar dan pemakai yang meninggal dunia, Kecuali hanya untuk melaksanakan Fardhu Kifayah saja, hana khanduri mate dan khanduri udep bak rumoh pengedar dan pemakai sabu,” kata pria yang akrab disapa Mudin.

Selain itu, masyarakat juga sepakat memberikan sanksi adat gampong bagi warga yang mengajak wanita atau pria yang bukan muhrim masuk ke gampong untuk kepentingan bisnis sabu-sabu.

“Aturan lain yang disepakati, anak-anak dan remaja tidak boleh berkeliaran setelah magrib hingga jam 20.00 WIB. Mereka wajib mengaji pada saat itu, bila ketahuan berkeliaran orangtuanya akan dinasehati,” kata Mahmudin.

Menurut Sekretaris Umum Karang Taruna Kabupaten Aceh Utara Zulbahraini, S.Sy, langkah Pemerintah Gampong Keulilee sudah benar. Langkah ini perlu ditiru oleh Pemerintah Gampong lainnya yang ada di Aceh Utara Pada Khususnya dan Aceh Pada Umumnya. “Aceh merupakan negeri syariat yang semestinya jauh dari hal-hal negatif seperti itu. Aceh juga memiliki Qanun Jinayat yang mengatur setiap pelanggaran aqidah di negeri ini. Sudah semestinya aturan itu dijalankan,” jelasnya.

Karang Taruna Kabupaten Aceh Utara selalu konsisten mendukung setiap pihak yang berupaya memberantas kemaksiatan di Aceh Utara. Zulbahraini juga mengharapkan agar Pemerintah Daerah melalui Polisi Pamong Praja dan WH serta Pihak Kepolisian untuk terus melakukan patroli rutin dalam menangkal dan memberantas keberadaan kelompok yang dapat menghancurkan generasi muda. (SI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.