oleh

Karang Taruna Sawahlunto Bersiap Melakukan Programnya Pasca New Normal

Sawahlunto, Teropong Barat |  Jum’at 19/06/2020 karang taruna sawahlunto kembali gelar rapat tatap muka perdana dengan protokol covid pasca pemberlakuan new normal. Rapat pleno yang dilaksanakan tersebut membahas agenda-agenda1 organisasi yang sempat tertunda diantaranya konsolidasi organisasi sampai ke tingkat desa/kelurahan dan rencana rapat kerja daerah I/2020. Menurut informasi dari ketua karang taruna Sawahlunto Andri Maha Putra, ada titik fokus yang dituntaskan dalam kesepakatan pleno yaitu menyepakati untuk melakukan inventarisir ulang keberadaan pengurus karang taruna di desa/kelurahan serta menentukan jadwal rakerda.

Inventarisir kepengurusan desa/kelurahan mutlak harus dilaksanakan karena amanat fungsi manajerial n keorganisasiaan karang taruna sesuai permensos 25/2019. Karang taruna melalui wakil ketua bidang organisasi menargetkan bisa selesai di bulan september tahun ini. Bagi karang taruna desa/kelurahan yang telah habis masa baktinya disarankan untuk melaksanakan temu karya. Andri yang juga mantan Presiden Mahasiswa dan Ketua KNPI Sawahlunto ini lebih lanjut menjelaskan bahwa karang taruna setiap tingkatan harus siap dan mampu kedepan dalam meningkatkan fungsi tata kelola organisasinya sehingga nanti ketika ada program-program kemensos maupun dinsos provinsi yang sifatnya memberi bantuan dengan syarat tata kelola administrasi baik maka karang taruna se-sawahlunto lebih mudah mendapatkan aksesnya. Tentunya dengan inventarisir organisasi yang dilakukan karang taruna kota akan membuat awalan maupun arah yang lebih baik bagi karang taruna desa/kelurahan memulai perbaikan administrasi organisasinya.

Pokok bahasan lain yang dibicarakan dalam pleno adalah rencana rapat kerja daerah (rakerda). Hal ini sangat penting karena rakerda merupakan wadah untuk menyamakan visi n program karang taruna kedepan antara kota, kecamatan, desa/kelurahan. Rakerda nanti juga dapat memberikan rekomendasi ke pemangku kepentingan eksekutif dan legislatf terkait karang taruna. Andri juga menjelaskan keberadaan karang taruna yang dipayungi permensos 25/2019 dan permendagri 18/2018 agar lebih diperhatikan pemerintah utamanya dalam bidang sosial. Sebagai pilar-pilar sosial karang taruna harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan generasi muda setempat. Tentu hal itu bisa terwujud jika pemerintah juga mendukung program-program pemberdayaan masyarakat karang taruna yang diidekan oleh karang taruna. Sebagai potensi sumber kesejahteraan sosial, menurut andri saat ini karang taruna sawahlunto terus mencoba mentransformasi diri agar lebih efektif ikut terlibat dalam mewujudkan visi misi ekonomi kerakyatan yang dicanangkan pemerintah kota. Oleh karena itu karang taruna sawahlunto ditahun berikutnya ingin mendorong 1 karang taruna desa/kelurahan 1 Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Untuk merealisasikan itu karang taruna akan terus bergerak berkoordinasi dengan OPD teknis di sawahlunto.


Dengan dilaksanakannya pleno ini maka karang taruna sawahlunto bisa lebih baik menyatukan visi pengurus. Rapat pleno ini wajib sebagai bentuk kontrol terhadap perencanaan yang dibuat setiap bidang-bidang yang ada di karang taruna. Mengakhiri pembicaraannya, Andri juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan pelantikan karang taruna sawahlunto pada 28 februari 2020. Dengan hadirnya pejabat negara wakil ketua DPR RI Dr. Azis Syamsuddin pelantikan karang taruna sawahlunto lalu akan menjadi tambahan motivasi bagi pengurus dalam mengelola serta menggapai visi organisasi untuk Melaju lebih baik lagi. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.