oleh

Kegiatan Rafting Dan Kompetisi Olahraga Pelajar Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olahraga Tahun 2019 Agara Dipertanyakan

Teropong barat: Aceh Tenggara |  Dua kegiatan di dinas pariwisata kepemudaan dan olahraga kabupaten Aceh Tenggara tahun anggaran 2019 dipertanyakan pasalnya berdasarkan dokumen rekapitulasi program dan kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) tahun 2019 dinas pariwisata kepemudaan dan olahraga, bahwa kegiatan Rafting champion internasional (RCI) Sumber dana alokasi khusus (DOKA) anggaran nya mencapai senilai Rp.1 miliyar rupiah sedangkang kegiatan kompetisi olahraga pelajar (pekan olahraga) Kabupaten Aceh tenggara juga senilai Rp.1 miliyaran rupiah.

Dari dua aitem kegiatan ini lah menjadi pertanyaan seperti lamanya kegiatan berjalan, besarnya honor panitia, dan hadiah bagi pemenang lomba.

Maka terkait kegiatan tersebut Riswadi yang juga selaku PPTK saat di konfirmasi melalui hp seluler watshap. Selasa tanggal 16 Juni 2020 Mengenai kegiatan kompetisi olahraga pelajar (pekan olahraga kabupaten), sampai berita ini di terbitkan belum memberi Jawaban Terkait kegiatan tersebut.

Selanjutnya Indra Wahyudi, yang juga sebagai PPTK Rafting Champion Internasional saat di konfirmasi oleh wartawan melalui HP selurer watshap, Indra mengatakan memang betul kegiatan itu saya sebagai PPTK nya dan  kegiatan itu sudah dilaksanakan semua pada tahun 2019 yang lalu.singkat Indra Wahyudi.

Terkait kegiatan Refting champion internasional dan kompetisi olahraga pelajar yang di laksanakan oleh dinas pariwisata Aceh Tenggara ketua LSM GEMPUR Pajri Gegoh, menanggapi  pada wartawan media ini selasa 16 Juni 2020. di kantor PWI agara, bahwa dua aitem kegiatan itu dananya cukup fatantis karena satu kegiatan dananya 1 miliyaran sehingga kalangan LSM sebagai sosial kontrol masyarakat sangat wajar mempertanyakan terkait pelaksanaan kegiatan itu.

Karena saya menduga kegiatan tersebut ada dugaan indikasi penyimpangan seperti biaya honor panitia peserta biaya makan minum, atk  sangat rentan di gelembung kan dan di manipulasi data dan juga mark up anggaran

Saya minta kepada aparat penegak hukum pihak kepolisian maupun kejaksaan Aceh Tenggara untuk secepatnya bisa menelisik dua aitem kegiatan itu Supaya masyarakat dapat mengetahui adanya dugaan Korupsi dan korporasi yang di lakukan oleh oknum oknum tertentu.tegas Pajri Gegoh.(Hidayat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.