oleh

Ketua PUSDA Desak Penyebar Video Hoax Pojokkan Banda Aceh segera dilapor ke Polisi

ketua PUSDA Heri Safrijal S.P juga Mahasiswa Megister Pertanian Unsyiah.

Teropongbarat.com | Banda Aceh. Sebuah unggahan video berdurasi 13 detik yang tersebar dimedia sosial menjadi viral. Video tersebut menayangkan para pengunjung cafee sedang berjoget ria dengan musik house disebuah cafee di tepi kali.

Pada keterangan dalam vidio yang diupload oleh akun Akun Instagram Acehworldtime tertulis “BAK TANYOE   viral… Video Malam Mingguan Ala Kota Gemilang ditepi Krueng Aceh Banda Aceh Semalam”.

Selain di akun Acehworldtime, akun Tercyduck.Aceh juga menayangkan Video serupa tersebut yang seolah-olah bahwa video itu terjadi di Aceh, Khususnya di Kota Banda Aceh tepatnya di Cafee yang berada di Tepi Kali, kawasan Peunayong Kuliner Riverwalk, Bantaran Krueng Aceh.

saat ini Video tersebut telah dihapus di akun medsos tersebut, ternyata terbukti video yang telah disebarkan tersebut bukan di Aceh dan mengupload kembali dengan keterangan video yang sebenarnya “VIDEO INI BUKAN DI ACEH tapi di Cafe Kamboja Pontianak kata Heri.

meskipun telah dihapus, bukan berarti pemilik akun yang telah menyebarkan berita hoax tersebut bisa seenaknya begitu saja. “Selain Pemilik Akun tersebut harus dilaporkan ke pihak berwajib, juga harus meminta maaf kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, warga Kota Banda Aceh dan masyarakat Aceh pada umumnya atas kelalaian yang telah ia perbuat, jangan rusak kota kami Banda Aceh oleh oknom-oknom yang tidak bertanggung jawab ucap Heri.

Melihat Video tersebut, tersebut ketua Ormas Pusat Studi Pemuda Aceh Heri safrijal S.P geram dan kesal meminta kepada pemerintah Kota Banda Aceh untuk melaporkan akun-akun Instagram tersebut kepada pihak berwajib karena telah menyebarkan vidio Hoax dan pencemaran nama baik Kota Banda Aceh dan citra masyarakat Aceh khususnya.

“Kita meminta kepada pemerintah Kota Banda Aceh untuk menuntut Akun Acehworldtime dan Tercyduk tersebut dan melaporkan pemilik akun tersebut kepada pihak berwajib, karena sangat mengganggu kenyamanan warga Kota Banda Aceh, dan Pemerintah Kota yang saat ini sedang gencar-gencarnya penerapkan syariat Islam di Kota Banda Aceh,”tegas Heri Senin, (27/7/2020).

Heri mengatakan, seharusnya pemilik akun instagram itu sebelum menyebarkan video tersebut, terlebih dahulu mencari tahu kebenaran video itu jangan asal sebar-sebar saja demi mendapatkan follower.

Kita harap Seharusnya masyarakat menggunakan media sosial dengan bijak, jangan sembarangan menyebarkan informasi yang belum tentu benar dan merugikan orang lain. Bisa dituntut menggunakan UU ITE,” tutup Aktivitas Mahasisiwa Pasca sarjana Unsyiah ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.