oleh

Kontradiksi Ekonomi dan Toleransi

Penulis : Abdul Rohman

Jatim,Teropong Barat – Sebuah gambaran Indonesia yang memiliki 34 provinsi dengan kekayaan dan  pulau2,yang eksotik,tenang,damai, sekaligus terlihat dari wajah yang ramah, senyuman yang cerdas dan bersahabat.menjadi gambaran masyarakat tentang Indonesia Dimata dunia.

Hal itu juga ditambahkan menjadi landasan untuk pembangunan manusia dengan keberagaman suku,agama,politik dan sosial budaya.Indonesia pun memiliki banyak falsafah tentang “keselarasan sosial”, dari gotoong royong, guyub rukun hingga bhinneka tunggal ika.

Semua sesuai dengan dasar negara menjadi ideologi dan nilai-nilai untuk menyongsong pembangunan dari atas sampai bawah yang berdiri diatasnya.tujuan sentral bekerja nya sebuah negara yang dibuat program2 kerja yang disusun oleh para pembuat kebijakan juga tidak lain untuk pembangunan yang merata,dari kota Samapi kepelosok desa.

Kita pasti tahu kemajuan suatu negara apabila stabilitas ekonomi,politik,sosbud, dan agama mengalami kemajuan pesat dengan terlihanya masyarakat yang sejahtera, makmur,adil, berpendidikan dan lain2.namun semua itu seperti sebuah gambar atau lukisan yang semakin lama semakin buram.

Ia buram akibat berbagai macam konflik ekonomi dan ketegangan sosial, berpotensi sebagai virus  yang mengancam keberlangsungan pembangunan Indonesia dalam jangka yang cukup panjang.fakta yang cukup dekat dengan kita yakni merebaknya virus ujaran kebencian dan kekrasan yang menciptakan konflik ketegangan sosial  politik.

Ketimpangan ekonomi di Indonesia  lebih tinggi dari rata2 yang menjalar seperti akar dalam kesatuan sampai kepelosok2 desa.disisi lain,kemanusiaan dan kebebesan sipil semakin terancam oleh berbagai macam konflik intoleransi hingga menguatnya politik primordial yang memicu ketegangan diantara kelompok.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.