oleh

KPK Tahan Lima Tersangka Perkara TPK Proyek Fiktif di PT Waskita Karya

Jakarta, teropongbarat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi menahan lima tersangka dalam perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Fiktif di PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

Lima tersangka yang ditahan adalah FR (Kepala Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2011 – 2013), dan YAS (Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2010 – 2014), DSA (Mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk)), JS (Mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk)), FU (Mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk).

Kemudian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menahan tersangka HA sang (Direktur dan Komisaris PT SR) terkait dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait pelaksanaan pekerjaan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang melibatkan project di Waskita Karya.

Tersangka HA ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Juli 2020 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2020 di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Para tahanan akan diisolasi mandiri dahulu dalam rangka antisipasi penyebaran virus Covid-19.

Dalam hal ini KPK mengingatkan kembali kepada seluruh BUMN dan pelaku usaha lainnya untuk agar menerapkan secara ketat prinsip-prinsip Good Corporate Governance, untuk menghindari terjadinya modus-modus korupsi anggaran proyek konstruksi seperti dalam kasus ini ataupun perkara lainnya yang pernah diungkap oleh KPK. Ketegasan dan pengawawasan yang lebih kuat wajib dilakukan terhadap proyek-proyek yang terkait dengan kepentingan publik.

Ini, apalagi proyek besar loh yang dikerjakan oleh BUMN, seharusnya harus memiliki perspektif transfaransi anggaran serta pelayanan yang prima kepada masyarakat..

{Tommy, SH}

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.