oleh

Kucuran Dana PMI Aceh Tenggara Tahun 2020 Rp 100 Juta Rupiah Untuk Kegiatan COVID-19 Dipertanyakan

Kucuran Dana PMI Aceh Tenggara Tahun 2020 Rp 100 Juta Rupiah Untuk Kegiatan COVID-19 Dipertanyakan

Aceh Tenggara: Teropong Barat.com
Terkait kucuran bantuan tidak terduga kepada pihak palang merah Indonesia (PMI) Aceh Tenggara kini dipertanyakan.

Pasalnya pemberian belanja bantuan tidak terduga kepada PMI Aceh Tenggara tersebut merupakan peruntukannya untuk kebutuhan operasional pencegahan bahaya Corona virus disease Covid-19 diwilayah kabupaten Aceh Tenggara tahun 2020 mencapai Rp.100 juta rupiah, sehingga hal ini patut di pertanyakan kemana saja dana tersebut di realisasikan Serta kegunaannya untuk apa.

“Demikian dikatakan oleh ketua LSM GEMPUR Aceh Tenggara Pajri Gegoh,” kepada wartawan media Teropong Barat.com pada Rabu 29/07/20 di Kutacane.

Berdasarkan data laporan kinerja dan realisasi anggaran untuk pencegahan dan / atau penanganan Covid-19 di kabupaten Aceh Tenggara bahwa besaran dana bantuan yang di berikan kepada pihak PMI sebesar Rp,100.000.000 (seratus juta rupiah) pada tanggal 24/03/2020 dengan Nomor SP2D 0370/SP2D/BTL/BTT/LS/2020,” Papar Pajri Gegoh.

“Untuk itu kita meminta kepada pihak PMI Aceh Tenggara untuk dapat mempertanggung jawabkan apa apa saja kegiatan PMI dalam melaksanakan tugas pencegahan COVID-19 di Aceh Tenggara sebab sebesar atau sekecil apapun anggaran bantuan yang di berikan kepada mereka harus di gunakan secara transparan, akuntabel, dan jelas penggunaannya karena uang tersebut adalah uang negara.

Sedangkan sambung Pajri Gegoh lagi bahwa untuk penanganan virus Corona  disease Covid-19 di Aceh Tenggara sudah ada tim Gugus Tugasnya namun, patut kita pertanyakan apa yang dilakukan oleh pihak PMI dalam melaksanakan pencegahan selama masa pedemik ini. Tegas Pajri Gegoh

Terkait hal itu wartawan teropong barat com pada hari Rabu tanggal 29/07/29 mencoba mendatangi kantor PMI Aceh Tenggara di jalan Lawe Bekung  Kutacane Kecamtan Badar, namun alhasil ketua PMI Aceh Tenggara dr.Bunyamin yang juga adik kandung Bupati Aceh tenggara H Raidin Pinim, tidak ada di kantor, kemudian Media ini berupaya menghubungi kembali lewat hp selurer nya namun hp nya tidak aktif sampai berita ini di terbitkan belum bisa di Komfirmasi.**(Hidayat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.