oleh

Mabes Polri Di Demo Oleh Aliansi Ormas Dan Perwakilan Ojol

Jakarta-TeropongBarat.com-Organisasi masyarakat (ormas) Laskar Banten, KKPMP, GOMP, LPKI, Perpam, serta Perwakilan dari komunitas Ojek Online kembali turun kejalan menyampaikan, aspirasinya dengan demonstarasi, yang kali ini bermula di depan bermula Mabes Polri RI, Senin, (20/7) tepat nya di Jalan Trunojoyo No.3, Kota Jakarta Selatan, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

 

Aksi damai unjuk rasa ini bermula dari ketidakpastian Hukum yang ditangani oleh pihak Kepolisian, perihal mengenai kasus penarikan salah satu pembacokan kendaraan roda empat (R4) oleh oknum Debt Collector/matel. Yang telah mengakibatkan jatuh nya korban pembacokan yang terjadi di wilayah Hukum Polresta Kabupaten Tangerang, dengan lokasi TKP bertempat di Perempatan Kp. Bugel, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada hari Selasa, 14 Juli 2020 lalu.

 

Dalam pantauan Wartawan TeropongBarat.com, dilokasi masa yang datang dari tiga Provinsi yakni, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat berjumlah kurang lebih 2.500 Masa Aksi demonstrasi.

 

Perwakilan KKPMP DKI Jakarta H. Jainal Menyampaikan, bahwa aksi kami hari ini tiada lain agar Kapolri Menidak tegas premanisme yang berkedok Debt Collector yang sudah sangat meresahkan Masyarakat, dan beliau juga tegaskan Supremasi Hukum harus ditegakkan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia, jangan tumpul keatas, dan tajam kebawah yakni masyarakat kecil. Aparat kepolisian harus berani untuk menangkap Premanisme yang sudah secara terang-terangan melakukan kejahatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia”, ucap Jainal.

 

Dalam unras ini juga sampaikan oleh Mitmen korlap perpam, bahwa Perpam sangat mendukung aksi damai ini, dan kami juga sebagai organisasi masyarakat Perpam yang dimana kami selalu membela masyarakat kecil yang tertindas, dan kami datang kesini guna mensuport kawan-kawan dan saudara kami dari Ormas KKPMP menyampaikan aspirasi di depan Mabes Polri ini, tidak ada lain adalah untuk mendukung Polri untuk memberantas premanisme debt collector dan matel yang dimana di pekerjakan oleh surat keterangan dari Leasing/jasa keuangan Finance, lanjutnya dalam putusan MK itu sudah sangat jelas bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 18/PUU-XVII/2019 yang memutuskan perusahaan kreditur atau Leasing tidak bisa mengeksekusi langsung obyek jaminan fidusia secara sepihak atau langsung mengambil obyek jaminan apabila kreditur bila melakukan wanprestasi (cidera janji) cidera bayar.

Namun, dalam hal ini harus melalui permohonan eksekusi dari pengadilan. Sebelumnya, perusahaan kreditur memiliki hak untuk mengeksekusi objek jaminan sebagaimana telah diatur dalam Pasal 15 ayat (2) UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Bukan dengan mengirim Debt Collector/Matel datang ke rumah dan tarik unit di jalan”, ucap Mitmen Korlap Perpam.

 

Ketua GOMP (Gerakan Ojol Merah Putih) Ardi dalam orasi nya kami masyarakat yang profesi nya sebagai ojek online (ojol).

Saat ini pun kami melihat tidak ada keadilan terhadap kami, beberapa kawan kami yang motor nya di ambil dijalan pada saat lagi narik, bahkan menjadi korban kejahatan oleh okunum Debt Collector/Mata elang.

Dan kasus demi kasus dijalanan sudah kami lapor, baik di Polsek setempat bahkan Polres, dan sampai saat ini kepastian hukum tidak jelas terhadap Preman yang berkedok Debt Collector/Matel.

Kami Ojol saat ini sangat mendukung dan berharap kehadiran Kapolri untuk mengintruksikan Jajaran Kepolisian agar menindak tegas segala bentuk aksi Premanisme di bumi Pertiwi Indonesia tercinta”, ucap Ardi sang ketua GPMP.

 

Orasi Aliansi ormas didepan Mabes Polri tidak butuh waktu lama akhirnya.

Tuntutan mereka dipenuhi oleh pihak Polri, perwakilan 10 orang di ijinkan masuk untuk bertemu dengan Kabid Humas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono, S.Ik., MM.

 

Dalam pantauan Wartawan Teropong Barat.com, di lokasi unras aksi damai oleh aliansi beberaoa ormas tersebut berakhir pulang dengan tertib, aman, lancar dan terkendali (mancarli)..

{H.Tomy, SH}

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.