oleh

Mahasiswi UINSU ;”STOP HOAX DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Redelong, Teropong Barat | Hartini Selaku Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Fakultas Syari’ah dan Hukum, Program Studi Hukum Tata Negara, menyatakan bahwa disaat keadaan pandemi covid-19 diharapkan kepada semua media yang memberikan berita atau informasi mengenai covid-19 di berbagai daerah jangan menyebarkan berita yang tidak real atau hoax yang menimbulkan kepanikan di masyarakat, Minggu (02/08/2020)

Dalam keadaan seperti ini, media diharapkan untuk menyediakan informasi seputar pandemi covvid-19 sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dengan tidak memuat unsur ketakutan dan kekhawatiran kepada masyarakat akibat berita yang tidak benar. Ungkapnya.

Lanjutnya, media seharusnya dapat memberikan informasi yang dapat menguatkan mental masyarakat dengan hal-hal yang positif seperti mengedukasi masyarakat tentang bagaimana cara pencegahannya agar terhindar dari ancaman covid-19.

Kami sangat mengharapkan peran penting pemerintah untuk selalu mengaqasi media-media agar tidak menyajikan berita dengan muatan kebohongan. Ujarnya.

Terkait dampak yang begitu besar akibat berita hoax yang dapat menimbulkan ketakutan secara berlebih terhadap masyarakat, pemerintah harus tegas serta memberikan sanksi kepada media yang menyebarkan berita hoax sesuai dengan UU ITE NO 19 TAHUN 2016 perubahan atas UU ITE NO 11 TAHUN 2008 dengan merujuk pada pasal 44 A ayat 1 yang menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menyebarkan berita bohong dan menyesatkan dapat dijatuhi hukuman pidana penjara 6 Tahun dan denda paling banyak 1 miliar.

Harapnya, Semoga dengan doa dan usaha, Musibah Pandemi Covid-19 ini bisa segera berlalu, dengan kerja keras pemerintah dan ketaatan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Dengan bekerja sama bahu-membahu pasti bisa di hadapi. Tutupnya Hartini selaku Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatra.YD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.