oleh

Pengerjaan Proyek Diduga Tidak Sesuai Bestek Menteri PUPR Diminta Hentikan Pekerjaan CV.Kayama

WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.22.34(2)
WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.22.35
WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.22.34(1)
WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.22.34
WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.22.36(1)
WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.22.36
WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.22.37
WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.22.33
WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.22.35(1)
WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.23.40
WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.22.37(1)
WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.22.38
WhatsApp Image 2020-06-27 at 17.22.50

 

Teropong Barat com.Aceh Tenggara |  Sejumlah  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh Tenggara, meminta kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI untuk secepatnya menghentikan pekerjaan proyek penahan longsor yang dikerjakan oleh rekanan CV.Kayama.

Proyek penanganan longsoran tebing jalan nasional ruas Kutacane-Gayo Lues KM 30 didesa Simpur Jaya kecamatan  Ketambe Aceh Tenggara, kata kalangan Ketua LSM lokal yang ada di Agara. Pada Sabtu 27/6/2020 di Kutacane.

Bahwa setidaknya ada tiga Ketua LSM lokal yakni LSM GAKAG, Arafik  Beruh, Lsm GEMPUR  Pajri Gegoh dan  LSM SRDK, Kasirin Sekedang mereka meminta agar secepatnya untuk memberhentikan pekerjaan proyek penanganan longsoran tebing jalan tersebut sebut Pajri Gegoh kepds media ini serta turut didampingi oleh Kasirin dan Arafik Beruh.

Kita kata mereka, akan tetap menyuarakan aspirasi masyarakat dan akan tetap menyoroti pekerjaan yang dianggap hanya merugikan rakyat karena diduga tidak sesuai dengan bestek .

Sebab Pekerjaan proyek itu sangat diragukan kwalitasnya  dan dampaknya pads alam sekitar, dan pekerjaan tersebut sudah menyempitkan aliran sungai lawe alas, sehingga sangat diragukan akan terjadi luapan banjir bagian sisi barat aliran sungai tersebut. Ujar mereka

Selain dari dampak alam, kwalitas dan volume fisik juga sangat diragukan, maka dari itu kata mereka, kita menduga keras ada pencurian volume pada pondasi fisik yang terlihat ditutup-tutupi dari kasat pandangan mata.

Dengan hal sedemikian, tiga Ketua LSM lokal yakni, Arafik Beruh, S Hi, Pajri Gegoh Selian dan Kasirin, S Ag, melalui media ini minta kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI untuk secepatnya bisa menghentikan pekerjaan proyek yang sudah sering dikeritik dan disuarakan oleh sejumlah pegiat LSM melaui media online maupun cetak,

Sehingga dengan kualitas pekerjaan penahan longsor itu jika tidak sesuai dengan bestek dan RAB Serta tidak sesuai dengan gambar tentunya ini hanya sebagai pemborosan uang negara saja.

Sebab berdasarkan pantauan media ini pada Sabtu (27/06/2020) bersama dengan kalangan LSM proyek penahan longsor di desa Simpur Jaya ada beberapa aitem pekerjaan tersebut di ragukan diantaranya adanya dugaan pencurian pondasi pada dasar proyek bronjong, kemudian adukan semen untuk pembuatan beton di bagian besi atasnya tidak dikunci dengan rapih kemudian battu pecah yang di gunakan oleh CV.Kayama untuk pembuatan coran beton di duga Tampa ijin dan batu batu tersebut di datangkan dari pabrik pemecah batu ilegal,

Untuk itu lah sejumlah kalangan LSM ini mendesak kepada kementerian PUPR secepatnya untuk menghentikan kegiatan proyek tersebut karena setiap kalangan LSM maupun wartawan turun ke lokasi proyek tersebut pihak PPTK maupun konsultan pengawas jarang di jumpai di lokasi tersebut sehingga ini merupakan sebuah konspirasi terjadi nya indikasi korupsi antara pihak rekanan, PPTK, PPK, serta pihak pengawas,( Hidayat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.