oleh

Presiden Jokowi, Instruksikan Stimulus Penanganan Pemulihan Ekonomi Covid-19

Jakarta, teropongbarat.com – Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan sebuah Peraturan Presiden tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dan membentuk satu tim terpadu untuk kebijakan itu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian akan menjadi koordinator tim, dengan dibantu tiga menteri koordinator lainnya sebagai wakil ketua.

Sementara, Menteri BUMN akan mengoordinasikan Ketua Satgas Perekonomian yang dijabat oleh Pak Budi Gunadi Sadikin dan Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo, di Istana Negara, Jakarta, (28/7).

Tim tersebut bertugas untuk merumuskan sejumlah kebijakan dan memantau dengan saksama perkembangan penanganan Covid-19 dan perekonomian nasional.

Di antara yang menjadi tugas tim itu ialah memantau ketersediaan peralatan uji maupun pengembangan vaksin Covid-19 hingga program perekonomian yang bersifat multiyears.

Dengan tim terpadu ini, perencanaan dan eksekusi program-program penanganan Covid dan pemulihan ekonomi bisa berjalan beriringan, keduanya ditangani oleh kelembagaan yang sama dan terkoordinasi secara maksimal.

Berbagai prediksi tentang perekonomian dunia ke depan di era pandemi datang dari lembaga-lembaga besar dengan angka-angka yang berubah cepat mengingat situasi pun sangat dinamis.

Empat bulan lalu, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan minus 2,5 persen.

Sebulan setelahnya, Bank Dunia menyampaikan, ekonomi global akan tumbuh minus lima persen. Tiga minggu yang lalu, giliran OECD juga menyampaikan bahwa ekonomi global akan terkontraksi minus 6-7,6 persen.

Situasinya sangat dinamis.

Prediksi pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara juga berubah-ubah. Indonesia, misalnya :

IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di tiga besar setelah Tiongkok dan India.

Ekonomi Tiongkok diprediksi masih tumbuh 1,5 persen, disusul India 1,2 persen, lalu Indonesia di posisi 0,5 persen.

Akan tetapi kita belum mendapatkan angka yang paling akhir. Semua masih dinamis. Belum lagi situasi geopolitik global seperti memanasnya situasi di Laut China Selatan, lalu hubungan yang panas China dan Amerika Serikat.

Bagaimana pun, kita akan terus berjuang menyelesaikan masalah Covid-19 dan juga ekonomi di negara kita sendiri githu loh.

Kasus global Covid-19 kini telah mencapai angka 15,8 juta dengan angka kematian sebesar 640 ribu jiwa.

Bagaimana kita menyikapi laju pandemi Covid-19 ini?

Yaa, dengan bekerja secara luar biasa dalam konteks manajemen krisis.

Penanganan kesehatan tetap menjadi prioritas, aura krisis kesehatan terus digaungkan sampai nanti vaksin tersedia dan bisa digunakan secara efektif.

Kemudian, penanganan penyebaran Covid-19 harus difokuskan ke delapan provinsi dengan angka penularan terbesar, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulsel, dan Jawa Barat.

Targetnya jelas: turunkan angka kematian serendah-rendahnya, tingkatkan angka kesembuhan setinggi-tingginya, dan kendalikan laju pertumbuhan kasus-kasus positif baru secepat-cepatnya. Untuk itu, saya meminta agar pengujian, penelusuran, dan perawatan pasien Covid-19 dilakukan secara masif dan lebih agresif..

{H. Tommy, SH}

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.