oleh

Presiden Jokowi,Percepatan Penyaluran BLT dan Bansos, Sederhanakan Prosedurnya

Jakarta,TeropongBarat.com- Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo meminta prosedur penyaluran bansos, khususnya BLT Dana Desa Tahap II harus dipercepat penyalurannya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta, prosedur penyaluran bansos, khususnya BLT Dana Desa agar lebih disederhanakan, agar keluarga penerima manfaat segera mendapatkan bansos tersebut.

Menindaklanjuti arahan dari sang Presiden Joko Widodo, Gus Menteri Abdul Halim Iskandar sudah mengeluarkan Instruksi Menteri Desa PDTT Nomor 1 tahun 2020 tentang regulasi Percepatan Penyaluran BLT Dana Desa.

Dalam Instruksi Menteri tersebut, disebutkan bahwa Desa dapat langsung menyalurkan BLT Dana Desa tanpa menunggu pengesahan apabila dokumen keluarga penerima manfaat kepada Bupati/Walikota sudah melebihi 5 hari kerja.

Gus Menteri juga menghimbau kepada seluruh Kepala Desa, agar BLT Dana Desa tahap 2 disalurkan pada bulan Juli, Agustus 2020.

“Terkait dengan Permendes yang dikeluarkan bulan ini yaitu Permendes yang mengatur perpanjangan BLT Dana Desa tiga bulan berikutnya, yaitu bulan Juli, Agustus, dan bulan September, tetapi yang disalurkan pada bulan April itu kecil nominalnya tidak banyak sehingga nanti agak mundur juga,” ujar Abdul Halim saat konferensi Pers, Senin (26/7).

Abdul Halim tidak menampik jika selama ini dalam penyaluran BLT Dana Desa ini masih ada sejumlah hambatan.

Sekedar tahu BLT Dana Desa yang sudah disalurkan pada tahap I ini berjumlah 65.771 Desa, jumlah tersebut itu setara dengan 88 persen dari jumlah total 74.953 Desa di seluruh Indonesia.

 

Selanjutnya, Desa yang telah menyelesaikan pendataan 73.357 Desa, atau setara dengan 98 persen. Begitu juga Desa yang sudah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdedus) sebanyak 97 persen.

Dalam hal ini sang Presiden Jokowi menghimbau, bagaimana bekerja dengan sense of crisis di tengah pandemi ini? Ya bekerja lebih keras dan lebih cepat.

Dari kerja biasa ke kerja luar biasa. Dari cara-cara yang rumit, ke cara-cara cepat dan lebih sederhana. Dari yang SOP (standar operasional prosedur) normal, ke SOP yang smart shortcut..

( H.Tomy,SH / Red )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.