oleh

Proyek Peningkatan Jalan Muara Situlen Agara Batas Subussalan Tahun 2019 Diduga Teridikasi Korupsi

Teropong Barat Aceh Tenggara |  Proyek peningkatan jalan mulai dari Simpang lawe Desky Kuta Cane Aceh Tenggara Muara Situlen batas kota Subussalan tahun 2019 sumber dana dari APBA Dana Alokasi Khusus (DOKA) anggaran itu sebesar Rp 7,510,762.000. Sebagai rekanan Pelaksana oleh Cv.Budi Mulya, dari data yang dihimpun oleh media ini bahwa sesuai dengan nomor kontrak 01.AC/UPTD V/PUPR/2019. dengan tanggal kontrak 22 juli 2019, proyek tersebut diduga kini menuai masalah dan terindikasi korupsi, Dugaan korupsi terhadap proyek peningkatan jalan Propinsi Aceh ini diduga terjadi di sejumlah divisi pekerjaan , yang dikerjakan oleh rekanan tidak sesuai dengan kontrak, seperti pekerjaan divisi 6 pekerjaan berbutir, pekerjaan Base A dan Base B. Hal ini diduga berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga mencapai milyaran rupiah.

Namun dari sala seorang yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa proyek peningkatan Jalan Propinsi Aceh ini, kalau pihak Aparat hukum menindak lanjuti bisa bisa menjadi kasus proyek Muara Situlen Gelombang jilid dua, sebab ada indikasi terjadinya korupsi,ungkapnya.

Sehingga terkait proyek tersebut Ketua LSM GEMPUR Aceh Tenggara Pajri Gegoh menanggapi ada dugaan korupsi dalam pelaksanaan Proyek Muara Situlen Batas Kota Subussalan tahun 2019 ini, meminta kepada pihak Polda Aceh,Kajati Aceh maupun Tim DPRA untuk bisa menindak lanjuti adanya dugaan potensi kerugian negara akibat pekerjaan yang diduga dikerjakan tidak sesuai kontrak demikian jelas aktivis LSM Aceh Tenggara ini di Kutacane Jumat 26/6/2020

Namun ketika dikonfirmasi oleh media ini terkait pengerjaan proyek jalan Provinsi Muara Situlen Gelombang batas Subussalam kepala dinas PUPR Aceh Ir Fajri, lewat telpon dan pesan WA sampai dengan berita ini dikirim belum ada jawaban dari dia.
(Hidayat).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.