oleh

Proyek Water Boom Dinas Pariwisata Agara Rp 2,8 Miliyar, Progres Pekerjaannya Belum Berjalan Sesuai Kontrak

WhatsApp Image 2020-07-04 at 16.44.02
WhatsApp Image 2020-07-04 at 16.44.01
WhatsApp Image 2020-07-04 at 16.44.03(2)
WhatsApp Image 2020-07-04 at 16.44.00
WhatsApp Image 2020-07-04 at 16.44.02(1)
WhatsApp Image 2020-07-04 at 16.44.06
WhatsApp Image 2020-07-04 at 16.44.05
WhatsApp Image 2020-07-04 at 16.44.04
WhatsApp Image 2020-07-04 at 16.44.03
WhatsApp Image 2020-07-04 at 16.43.59(1)
WhatsApp Image 2020-07-04 at 16.44.06(1)

 

Teropong Barat Com: Aceh Tenggara |  Proyek pengerjaan Water Boom oleh dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tenggara diduga tidak sesuai dengan yang tertera dalam kontrak proyek.

Pasalnya pengerjaan proyek water boom oleh dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tenggara itu seharusnya progres Pekerjaannya sudah mencapai sekitar Empat puluh persen lebih “namun sayangnya terlihat sampai hari ini persentasi pengerjaannya masih di bawah standar (SOP).

“Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh media ini dengan pegiat LSM pada hari  Sabtu (04/07/2020) di lokasi proyek pengerjaan water boom di Pantai Timur Kecamatan Lawe Bulan Kabupaten Aceh Tenggara bahwa sangat jelas terlihat, pihak rekanan masih mengerjakan proyek water boom itu, dengan meratakan tanah di lokasi proyek tersebut, serta ada beberapa tumpukan material seperti pasir dan batu.

Padahal dalam kontrak pekerjaan atau papan informasi proyek seharusnya pengerjaan proyek water boom itu dimulai pada tanggal (14 Mei 2020) dan Cv. Karya Abadi sebagai pelaksananya  sedangkan Cv. Cariandri Engineering Consultant sebagai pengawas proyek maupun di lapangan, namun saat di lokasi proyek yang sedang di kerjakan itu, tidak satu pun pihak terkait baik pihak Consultant pengawas maupun PPK serta PPTK tidak ada satu pun mereka berada di lokasi pengerjaan proyek tersebut, sedangkan sesuai dengan papan informasi proyek, pengerjaan proyek itu sudah berjan hampir sekitar dua bulan.

“Kemudian anehnya lagi jika dilihat di papan informasi proyek, tidak ada limit waktu kapan proyek tersebut berakhir akan di kerjakan oleh pihak rekanan, karena yang terlihat hanya waktu dimulainya tanggal pengerjaan proyek itu.

Lebih anehnya lagi di papan informasi proyek tersebut tidak ada di cantumkan sumber dana proyek bersal dari mana mata anggarannya, apakah anggarannya dari dana APBK, APBA, ataupun dari APBN, karena di dalam papan informasi tidak terlihat Sumber dana nya, sedangkan nilai proyek pengerjaan water boom itu sebesar Rp.2.880.850.000.”

Hal ini menjadi pertanyaan bagi kalangan pegiat LSM di Aceh Tenggara, seperti disebutkan oleh ketua LSM GEMPUR Agara Pajri Gegoh kepada awak media ini pada Sabtu (04/07/2020), saya merasa heran dengan pengerjaan proyek Water Boom ini, karena jika dilihat dari papan informasi ada yang aneh saya melihatnya seperti mata Anggaran tidak dicantumkan dari mana asalnya dana proyek ini, kemudian limit waktu pengerjaan proyek ini juga tidak disebutkan dalam papan informasi serta progres Pekerjaan proyek ini diduga tidak sesuai artinya mungkin pihak pengawasnya jarang turun kelokasi proyek, sehingga progres Pekerjaan tidak ada laporan harian, Mingguan, dan Laporan Bulanan padahal jika saya melihat dari papan informasi proyek itu sudah berjalan sekitar dua bulan. Terang Gegoh

Terkait Pekerjaan proyek itu M.Yusuf Desky, yang juga sebagai PPK proyek Water Boom dinas Pariwisata Aceh Tenggara pada Sabtu tanggal (04/07/2020) saat di konfirmasi melalui hp nya kepada awak media ini mengatakan dengan singkat dan membenarkan bahwa tahap Pekerjaan proyek tersebut masih pemerataan tanah saja, dan silahkan saja rekan rekan liat singkat nya**.( Hidayat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.