oleh

Sejumlah Oknum UPTD Dinas Pendidikan Agara Diduga Terima Gratifikasi

Ilustrasi/net

Terkait Pembelian Hand Sanitizer dan Masker

Aceh Tenggara Teropong Barat |  Terkait dengan pengadan dan pembelian Hand Sanitizer dan Masker yang diperuntukkan bagi para siswa  Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), di Kabupaten Aceh Tenggara dalam pengadan dan pemebelian Hand sanitizer dan masker itu diduga sejumlah oknum UPTD dinas Pendidikan dan Kebudayaan terima suap (Grativikasi) dari fee pembelian hand sanitizer tersebut, padahal pengadaan hand sanitizer dan masker itu untuk penangan bencana Covid 19 yang melanda Indonesia saat ini sehingga dampak Covid 19 vagi siswa  bisa diminimalisir dengan menggunakan masker dan hand sanitizer itu.

Dijelaskan bahwa, pengadaan dan pembelian Hand Sanitizer itu dianggarkan oleh setiap Kepala Sekolah (Kasek), melalui Dana Oprasional Sekolah (Bos), ini berdasarkan Permendikbud No. 19 dan 20 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Permendikbud) No. 8 tahun 2020 yang tertuang dalam Petunjuk Teknis BOS Reguler.

Terkait hal tersebut rumor terhadap UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara, yang diduga kuat ada kerjasama dengan pihak penjual hand sanitizer telah mengarahkan terhadap para semua Kepala Sekolah (Kasek) SD dan SMP se Aceh Tenggara, dengan menunjuk langsung beberapa Apotik seperti di Apotik Lidia farma, dan pengadaan masker di Toko Sena Rebung Kutacane bahkan lagi pembelian Hand Sanitizer dan masker itu langsung disetorkan oleh para Kasek melalui salah satu Bank di Aceh Tenggara.

Setelah disetorkan oleh para Kepala Sekolah kemudian selip setoran itu di foto copi kan oleh para Kasek untuk diserahkan kepada UPTD satu lembar, kepada Kepala Bidang (Kabid) satu  lembar, maka inilah sebagai bukti para Kasek sudah membelikan Hand sanitizer kepada Apotik yang sudah ditentukan oleh mereka UPTD dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara.

Terkait hal itu Nuraida Spd Kabid Dikdas Pendidikan dan Kebudayayaan kepada wartawan Teropong Barat pada kamis (11/06/2020) saat dikonfirmasi melalui Hpnya mengatakan bahwa, saya tidak pernah mengarahkan pemebelian Hand saniter maupun masker kepada para Kasek SD, kalau para UPTU saya ada mendengar. Bahkan saat ini saya juga mendengar bahwa para oknum UPTD dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agara sudah dipanggil oleh pihak Polisi. Singkatnya

Salah seorang warga Kutacane Aceh Tenggara, Dedi menanggapi ada nya dugaan kong kalikong atas pembelian hand sanitizer dan masker itu, maka hal ini sudah bisa ditelisik oleh pihak hukum di Aceh Tenggara, karena arahan yang dilakukan oleh para UPTD dinas Pendidikan itu sudah mencorang pendidikan karena hand sanitizer dijadikan ajang bisnis danb pungutan liar dan juga merupakan sebuah  konsfirasi untuk dugaan korupsi yang menguntungkan diri sendidri maupun oknum oknum tertentu. Ujarnya (Hidayat)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.