oleh

Sejuta Gagasan BUMK Marpunge Jaya, Keyboard, Pelaminan dan Depot Isi Ulang Air Bersih, Lahan Usaha BUMK Marpunge Jaya, Gayo Lues

 

Gayo Lues, Teropong Barat – setelah berusaha untuk mengembangkan potensi usaha simpan pinjam terhadap masyarakat sebagai nasabah dari BUMK Marpunge Jaya , Desa Marpunge Gabungan yang menelan dana ratusan juta rupiah , ternyata gagal, disamping jasa pinjaman yang tidak diberikan warga, pinjaman juga mengalami nasib yang sama , artinya mengendap di masyarakat, demikian penjelasan Hanipah,35 Ketua BUMK Marpunge Jaya , yang didampingi Kepala Desa setempat Kadimin Sambo, 40 kepada Teropong Barat Senin ( 21/6)

Mengingat kesadaran masyarakat peminjam terhadap pemberian jasa dan pengembalian dana BUMK Marpunge jaya sangat kurang, BUMK Marpunge Jaya mengalihkan sisa dana BUMK marpunge jaya untuk pembelian 1 Unit L 300 yang dilakukan gunakan untuk transportasi warga yang membutuhkan, income yang didapat BUMK marpunge jaya adalah biaya sewa kenderaan.
Disamping hal tersebut diatas, Kenderaan BUMK marpunge jaya juga digunakan untuk angkutan Keyboard dan Distribusi Air Isi Ulang yang menjadi usaha harian BUMK Marpunge Jaya, pemasukan dari kedua usaha ini cukup baik, namun dirasakan belum bisa memenuhi standart Badan Usaha yang berhasil dan mampu mengayomi masyarakat Marpunge, sebut nya

Untuk itu Hanipah mengatakan, selanjutnya dana yang masih tersimpan di kas BUMK marpunge jaya pada tahun ini dan tahun selanjutnya akan digunakan dan dikembangkan ke berbagai sektor yang dirasakan dapat menambah income, diantaranya rencana pembuatan Pertamini di 13 Desa yang berada di pinggiran Jalan Nasional sepanjang Kecamatan Putri Betung.

Keberadaan Pertamini tersebut nantinya akan dilakukan kerjasama dengan Gecik, masyarakat atau pengurus BUMK marpunge jaya setempat , dengan sistem berbagi hasil, dan ini sudah kita lakukan lobi dan koordinasi dengan ke 13 desa tersebut, rata rata mereka setuju dan tidak keberatan, jelasnya

WhatsApp Image 2021-06-21 at 14.21.40
WhatsApp Image 2021-06-21 at 14.21.39(1)
WhatsApp Image 2021-06-21 at 14.21.40(1)
WhatsApp Image 2021-06-21 at 14.21.41(1)
WhatsApp Image 2021-06-21 at 14.21.41
WhatsApp Image 2021-06-21 at 14.21.41(2)
WhatsApp Image 2021-06-21 at 14.21.42

Selanjutnya Kepala Desa Marpunge Gabungan Kadimin Sambo selaku penasehat BUMK marpunge jaya menjelaskan bahwa lahan usaha atau potensi yang besar bagi income BUMK marpunge jaya dan Masyarakat Marpunge Gabungan adalah Pengelolaan Pasar Tradisional Marpunge serta lahan parkir nya, yang selama ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.

Terhadap hal ini kita akan minta kepada Bupati Gayo Lues, agar Pengelolaan Pasar Tradisional Marpunge dikelola oleh BUMK marpunge jaya, dalam hal ini Pemda Gayo Lues harus merealisasikan nya, mengingat potensi ini berada persis di tengah tengah Kampung Marpunge Gabungan dan menjadi tempat yang strategis bagi pengembangan usaha BUMK marpunge jaya, masalah teknis nya nanti kita akan bicarakan dengan unsur yang terkait di Pemerintah Kabupaten Gayo lues, sebutnya.

Jika pengelolaan Pasar Tradisional ini tidak diserahkan ke BUMK marpunge jaya , maka dapat dipastikan lahan usaha BUMK marpunge jaya akan monoton dan tidak dapat dikembangkan, karena keberadaan Pasar tradisional ini merupakan peredaran terbesar ekonomi, keuangan dan hasil pertanian masyarakat di Kecamatan Putri Betung, demikian hal nya dengan pekan-pekan tradisonal lainnya , yang ada di Putri Betung.

Potensi Pekan Marpunge atau Pasar Marpunge , sudah ada sejak dahulu , sebelum Kabupaten Gayo Lues ada, dan masih dikelola Kabupaten Aceh Tenggara, artinya kenapa tidak potensi Pekan Marpunge ini dikelola, dan diserahkan oleh Pemda Gayo Lues untuk dikelola BUMK Marpunge Jaya dengan tetap membayar PAD ke Kabupaten, dan untuk menambah icome dan meningkatkan pendapatan Masyarakat Marpunge, sebutnya.

Dalam hal ini Kadimin Sambo didampingi Ketua BUMK marpunge jaya Hanipah menegaskan, agar melalui pemberitaan ini Pemerintah Kabupaten Gayo Lues agar membuka ruang dan pemikiran terhadap pengelolaan Pasar Marpunge, karena seluruh sektor ekonomi dan pendapatan masyarakat tertumpu di Pasar/ Pekan Marpunge, demikan harapnya.

( Aswadi Sambo – Teropong Barat )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *