oleh

Seorang Remaja Juli Meninggal Tengelam di Irigasi

BIREUEN, TEROPONG BARAT | Seorang remaja bernama M Rizal, 21, penduduk Gampong Paya Cut, Kec Juli, Kab Bireuen, meninggal dunia akibat tenggelam di bendungan irigasi Pante Lhong di Dusun Mane, Gampong Beunyot, Rabu (17/6).

Kronologis kejadian menurut Kapolsek Juli Polres Bireuen, Ipda Syafaruddin, SH, menjelaskan kejadiannya berawal pada Selasa sore sekitar pukul 17.30, korban M Rizal bersama lima orang temannya datang ke bendungan.

Sampai di TKP korban menanyakan kepada teman-teman apakah mau mandi sambil main pelosotan di tengah bendungan atau tidak,” jelas Kapolsek.

“Namun teman korban tidak berani karena kondisi arus air deras, kemudian temannya mengajak korban mandi di pinggir irigasi. Tanpa disadari temannya, korban sudah berjalan di atas bendungan air,” jelas Kapolsek.

Melihat hal itu, teman-teman korban sempat berteriak melarang korban ke atas bendungan air karena arusnya sangat deras, korban tidak mendengar langsung berjalan ke tengah bendungan.

Selanjutnya korban duduk dengan posisi meletakkan kedua tangannya di belakang kepala dan melakukan aksi pelosotan.

Tiba di bawah pancuran air bendungan korban sempat berenang, namun tertarik lagi ke arah pancuran air, korban langsung menghilang atau tenggelam.

Melihat kejadian tersebut, warga langsung menghubungi pihak Polsek Juli, sesaat kemudian Kapolsek Juli Ipda Syafaruddin bersama anggota menuju ke lokasi dan menghubungi tim Basarnas dan BPBD Bireuen.

Hingga pukul 21:30 WIB malam, tim gabungan bersama masyarakat masih melakukan pencarian di sekitar aliran sungai di TKP, namun korban belum ditemukan, ungkapKapolsek Juli.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bireuen Teguh Mandiri Putra, SSTP, dikonfirmasi mengatakan, saat menerima informasi, tim gabungan TRC BPBD, RAPI dan Pos SAR Bireuen langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

“Karena lokasi jatuhnya korban di sekitar air terjun bendung dan kondisi air bergulung sangat beresiko mencarinya, pencarian kita lakukan menyisir di bagian pinggir di aliran sungai, sebut Kalaksa BPBD, jelas Teguh.

Tetapi tim pencarian terus melakukan bersama masyarakat, dengan menyisir dari tepian sungai, dan dilanjutkan, Rabu (17/6) pagi, berpencar ke tiga lokasi.

Akhirnya korban ditemukan warga, sekitar 200 meter ke arah bawah bendung irigasi di aliran Krueng Peusangan, Rabu pagi sekitar jam 9.30 Wib.

Dan sekarang jenazah sudah dijemput keluarga dan dikebumikan di kampung halamannya. (ZK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.