oleh

Tambang Timbunan dan Batu Di Desa Pattiro Diduga Tidak Mengantongi Izin

Jeneponto, teropong barat. Com. -Maraknya tambang baik itu tambang pasir, timbunan maupun batu gunung yang beroperasi dikabupaten Jeneponto sangat mencemari lingkungan dan diduga kebanyakan tidak mengantongi ijin/ilegal,salah satu contoh tambang timbunan dan batu yang beroperasi didesa pattiro kecamatan Bangkala barat, kabuoaten Jeneponto,karena sudah mencemari lingkungan sekitar jalan desa dan merusak sebahagian badan jalan yang dilewati mobil pengangkut material tambang,(3/8/2020).

Dan hal ini sudah tidak sesuai dengan amanat UU yang menyatakan bahwa,

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dalam Pasal 158 merumuskan:

“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 48, pasal 67 ayat (1), pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).”

Dari pantauan awak media teropong barat. Com, dilokasi penambangan,senin, 3/8/2020 sudah mengabadikan beberapa gambar dan mengkonfirmasi,tapi pihak penambang tidak ada dilokasi,dan dihubungi lewat  whatsaap tapi tidak ada jawaban.

Sampai berita ini dilayangkan belum ada konfirmasi dari pihak penambang.

(Dirman kabiro jeneponto/andi/red.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.