oleh

Tokoh Masyarakat Kabupaten Bener Meriah : “Tenangkan Hati, Akal serta Pikiran dan Mari Mebangun Bener Meriah Bersama-sama

Bener Meriah, Teropong Barat – Fauzi Muhda S.Sy selaku Tokoh Masyarakat Kabupaten Bener Meriah menyampaikan untuk Memberitahukan kepada seluruh Masyarakat Bener Meriah semoga dapat mengendalikan diri, baik itu peribadi maupun seluruh komponen masyarakat, yang berkaitan dengan permasalahan kemunduran Bupati Bener Meriah Insya Allah mendapatkan solusi tingkis ulak ku bidee sesat ulak denee sibise boh tawar siporak boh pesam, tiada hujan yg tak berhenti jikala malam ayam tak berkokok pagipun tiba matahari menyinari Negeri Bener Meriah tercinta ini.

Lanjutnya, Fauzi Muhda. Tercerminlah sudah keadaan dan situasi Kemelut kelabu dalam tubuh Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah sehingga Abuya H. Sarkawi selangkah mundur dari jabatan Bupati Bener Meriah mungkin menunggu Wakil pendamping tak kunjung tiba sabar inilah Dunia.
Menyikapi kejadian ini merupakan ikhtibar kepada kita semua sebagai cobaan dari yang maha Kuasa. Jelas kalau kita akan maju mundur dulu beberapa langkah untuk mencapai apapun keinginan didepan.

Semenjak terbentuknya Kabupaten Bener Meriah telah disepakati bahwa pemerintahan Kabupaten Bener Meriah adalah Pemerintahan Adat dengan meyakini Bahwa Agama urum Edet Lagu jet urum sipet struktur kepemerintahannya telah kita ketahui bersama yaitu ; Reje Musuket Sipet, Imem muperlu sunet, Petue simusidik sasat, Rakyat Genap Mupakat yang sering disebut SARAKOPAT.ujarnya Fauzi

Sangat dirasakan oleh rakyat bahwa para aparatur pemerintahan Bener Meriah belum melaksanakan tatacara warisan Pusaka Reje Linge khususnya dalam penyelenggara pemerintahan padahal sudah ada dasar hukum dalam UUPA. Dan aturan turunannya Oleh karenanya terjadi masing masing lembaga masih kurang memahami tugas sehingga kurang kerja samanya, terjadilah saling mempertahankan perinsip akibatnya seperti yang kita alami pada saat ini padahal Bupati, DPRK, dan aparatur lainnya dilantik secara Adat.ungkak Fauzi

Namun dalam penyelenggaran Pemerintahan tidak di jadikan sebagai dasar hukum kearipan, jikalau Reje, Imem, Petue kalau sudah muperasat (akal-akalan) pasti dilaknat (bencana) akibatnya Rakyat Genap Mupakat jadi Penat (melarat) Akhirnya rakyat menggugat karena Kedaulatan berada di tangan Rakyat bisa jadi timbul mosi tidak percaya pada Rezim berjalan. Kuncinya sepapah sepupu sebegi seperange genap nge simge munge agih sibelem maka tercapailan Visi dan Misi penuh dengan keharmonian kita dambakan DAMAI ITU INDAH. Tutupnya Fauzi Muhda Tokoh Masyarakat Bener Meriah. (YD) fm

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.