oleh

UNHAS Tegaskan Tidak Lockdown Meski Dekan FK Positif Covid-19

Makassar- TeropongBarat.com-Kepala Humas Universitas Hasanuddin Makassar Ishaq Rahman membantah Fakultas Kedokteran (FK Unhas) ‘lockdown’ karena COVID-19. “Yang ada adalah pengaturan work from home secara maksimal,” kata Ishaq ketika dihubungi reporter TB, Sabtu (25/7/2020).

Pegawai yang tugasnya harus di kampus tetap beraktivitas dengan standar kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat.

Ia membantah kabar yang baru saja beredar. Ada informasi FK Unhas lockdown setelah pejabat dekanat terkonfirmasi positif COVID-19. “Mungkin informasinya bercampur dengan penutupan sementara kantor Dekan FK karena memang sedang renovasi sejak minggu lalu,” katanya menambahkan.

Meski begitu, Ishaq membenarkan kalau Dekan dan Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran positif Corona. “Benar. Dekan dan WD-3 FK Unhas konfirmasi positif.”

Dekan FK Unhas adalah Prof. dr. Budu, sementara Wakil Dekan III ialah dr. Firdaus Hamid. Budu memilih karantina di Private Care Center Rumah Sakit Wahidin, sementara Firdaus karantina mandiri di rumah.

Budu, melalui Direktur Komunikasi Unhas Suharman Hamzah, mengatakan dia memang sengaja menginformasikan terkena COVID-19 kepada khalayak. “Kami dari Unhas selalu berprinsip, siapa pun yang kena, mohon menyampaikan ke publik. Karena COVID itu bukan aib,” kata Suharman.

Dari pesan tersebut diketahui Budu positif COVID-19 berdasar hasil pemeriksaan swab RT-PCR pada 7 Juli 2020. Ia pun meminta orang-orang yang bertemu dengan dirinya beberapa hari terakhir untuk memeriksakan diri.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Amran Razak menyampaikan pendapatnya tentang penanganan virus Corona (Covid-19) di lingkup kampus Unhas.

Menurutnya, kampus Unhas saatnya menerapkan lockdown. Hal tersebut disampaikan dalam status facebook miliknya, Amran Razak. “Saatnya Unhas lockdown. #semakinparah,” tulisnya.

Dikonfirmasi teropongbarat.com, (25/7/2020) sang Prof Amran Razak menjelaskan statusnya itu.

Dia mengatakan bahwa sudah banyak korban yang berjatuhan di Universitas Hasanuddin. “Jadi banyak sekali korban berjatuhan. Bayangkan kalau fakultas-fakultas medis saja pimpinannya positif, jadi kita sangat khawatir,” katanya via telepon.

Menurutnya, jika tidak dilakukan maka penyebaran virus Corona akan semakin meningkat. “Jadi kalau itu tidak dilakukan, kan di Dikti dilakukan dua minggu, akan meningkat terus penyebaran virus itu,” jelasnya. “Harus begitu, kalau tidak, tidak bersih ini. Minggu-minggu lalu saja banyak saya baca di FB orang yang positif justru masuk di kampus, bagaimana caranya?,” sambung Prof Amran Razak.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa orang-orang yang memiliki literasi kesehatan yang tinggi saja terpapar Covid-19. “Ada namanya literasi kesehatan, pengetahuan kesehatannya tinggi, pendidikannya tinggi, justru rentan. Ini justru di daerah-daerah yang edukasinya tinggi, literasinya tinggi, memiliki pengetahuan lumayan malah justru kena,” jelasnya. Olehnya itu, dia mengimbau untuk Unhas dilockdown.

“Nah ini yang bilang, makanya harus dilockdown dulu, dibersihkan betul. Karena kalau setengah-tengah, di Unhas itu ada pintu nol, ada pintu 1, ada pintu 2, banyak pintu masuk,” katanya.

Diketahui, jumlah dosen yang terpapar Covid-19 di Unhas terus bertambah. Selain Prof Budu, Wakil Dekan III FK Unhas, dr Firdaus Hamid dan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas, drg Muhammad Ruslin juga positif Covid-19..

NB :

Virus ini masih ada, masih menyebar dan masih makan korban. Mari tetap melakukan protokol kesehatan semaksimal mungkin :

1. Jaga jarak dengan teman bicara, karena virus ini bisa menular melalui penyebaran bioaerosol yang dihasilkan melalui bicara, apalagi batuk/teriak. (Physical distancing).

2. Hindari kerumunan. Karena banyak diantaranya tidak bergejala (OTG) tapi bida menularkan.

3. Memakai masker dengan benar, menutupi hidung dan mulut. Penggunaan masker mengurangi kemungkinan penyebaran virus. Melindungi anda dan orang lain disekitar anda.

4. Penggunaan faceshield disarankan digunakan jika memungkinkan. Ini melindungi paparan virus ke mata dan muka. Namun tetap tidak cukup hanya faceshield saja karena virus tetap bisa terhirup ketika bernafas.

5. Cuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir setiap akan dan sesudah memegang sesuatu. Jika tidak memungkinkan gunakan hand sanitizer.

6. Lekas ganti pakaian dan mandi setiap kali anda keluar dan berada di tempat publik yang banyak orang.

(Adi Dg Silele-Kabiro Prov.Sulsel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.